The Window, Bingkai yang Kekecilan untuk Kenyataan

Film The Window
Sumber :
  • Instagram.com/haydarsalishz

Serangkaian adegan ketika baru pulang ini jelas agak membingungkan karena mengingat urgensi Dewi pulang kampung adalah demi kakaknya yang terbaring di tempat tidur dalam keadaan perut yang membuncit. Dan setelah bercengkerama sejenak dengan kakak dan ibunya yang diperankan Karlina Inawati, barulah kita tahu laki-laki bernama Dharsono yang terlihat di pabrik adalah sang ayah. Dan dari adegan ini, kita baru bisa melihat bangunan konflik utama dari film ini, antara Dewi dan sang ayah.

img_title Pembunuh Wanita Tewas dalam Karung di Boven Digoel Ditangkap, Pelakunya Pacar Korban

Seperti halnya jendela, film ini mencoba mengajak kita membaca realitas melalui bingkai dan kemudian membenturkannya dengan realitas di balik bingkai. Penonton dibuat penasaran, siapa yang menghamili Dee, perempuan malang dengan down syndrome. Sang ibu mencoba berdamai dengan kenyataan,  menyebut kehamilan itu sebagai sebuah mukjizat, seperti halnya Bunda Maria saat mengandung Yesus. "Kita bukan Katolik, Bu," Dewi tangkas menjawab. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sang ibu juga digambarkan sebagai seorang perempuan nrimo, yang rela membuat kopi untuk sang ayah berkali-kali. Ibu yang rutin berkisah pada anaknya yang down syndrome, meski salah satu kisah yang diceritakan juga anakronistis; kisah seorang mandor Belanda yang bunuh diri menentang pendudukan Jepang. Namun sekali lagi, tolong dimaafkan, karena bukan menyangkut kisah utama dari film ini.

img_title Reza Arap Bikin Haru, Bantu Ibu yang Bawa Bayi Sendirian hingga Pesankan Dua Kursi Pesawat

Penonton diajak berspekulasi, siapa laki-laki yang bisa menjadi pelaku, termasuk sang ayah, Dharsono, yang digambarkan sebagai seorang pria patriarkis, pendukung Soeharto. Dewi membawa penonton kepada siapa-siapa yang diduga menghamili kakaknya. Apakah ayahnya sendiri, atau dua tetangga sebelah rumah mereka, ataukah "kerumunan pasar malam beberapa bulan lalu" seperti yang dirutuk sang ayah sebagai pelaku. Adegan terakhir akan membuat kita semua tahu siapa pelaku sebenarnya, namun sayangnya justru membuat klimaks berakhir di detik itu juga, tak perlu dibawa pulang ke rumah sehingga membuat film ini patut untuk dikenang karena kerumitannya.

Alegori. Mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan film ini dalam satu kata. Namun film ini menggugat alegori, anti-alegori, bahwa hidup tak bisa disederhanakan dari apa yang terlihat dari jendela. Di balik jendela, ada kehidupan yang tak disangka-sangka. Nurman yang menulis skenario film ini bersama Nan Achnas mencoba membuat penonton melihat kenyataan kadang tak seindah terlihat dari bingkai, apakah itu jendela, televisi atau media massa. Di tengah demam "Ada Apa dengan Cinta 2" yang juga membuat premier film ini tertunda dua jam, The Window menawarkan kompleksitas persoalan yang tak jauh dari keseharian kita, tentang cinta yang tak perlu disampaikan lewat kata-kata, tentang rumah yang tak sempurna. 

img_title Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Danantara Genjot Penyederhanaan Anak Usaha BUMN
Ilustrasi sakit perut

Pernah Operasi Caesar atau Usus Buntu? Waspadai Risiko Perlengketan Usus

Kondisi ini dikenal perlengketan usus atau adhesi dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan bertahun-tahun setelah operasi dilakukan. Apa itu perlengketan usus?

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut