Hati-hati, Pegang Uang Tunai Bisa Boros. Ini Alasannya
- ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Hindari sering menyimpan uang di saku celana atau daerah sempit lain yang dapat menyebabkan uang Anda rusak.
Selain itu, uang receh berpotensi mudah tercecer dan hilang. Kalau setiap hari Anda kehilangan Rp500, maka dalam sebulan Anda akan kehilangan Rp15 ribu atau Rp180 ribu dalam setahun. Lumayan kan?
4. Pasrah dengan kembalianÂ
Bagi Anda yang sering berbelanja di toko atau supermarket, pasti tidak asing dengan harga-harga yang angkanya ‘jelek’ seperti Rp35.450 atau Rp274.927 (karena efek diskon). Sebagian toko atau supermarket memang memberi kompensasi kembalian dengan permen, tapi belum tentu berguna untuk Anda kan?Â
Bahkan, banyak yang membulatkan harga ke atas sehingga Anda tidak mendapatkan kembalian yang utuh.
Jika dalam sehari Anda kehilangan potensi kembalian sebesar Rp500, dalam sebulan Anda sudah kehilangan Rp15 ribu atau setara dengan Rp180 ribu dalam setahun. Baca juga: Ingin Punya Rumah Sendiri? Simak Tips Persiapannya!
5. Hati-hati dengan uang palsu
Beberapa waktu yang lalu, di Indonesia sempat marak peredaran uang palsu alias upal. Memang ada cara umum untuk mengecek keaslian uang tunai dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang), tapi tentunya akan merepotkan kalau harus melakukannya untuk setiap uang kertas yang Anda bawa.Â
Kalau jumlahnya banyak, Anda akan memboroskan waktu saja. Jika kebetulan Anda tertangkap membayar dengan uang palsu yang tidak Anda sadari, maka Anda juga yang akan terkena masalah, meski Anda tidak bermaksud menggunakannya.Â
Sekalipun dibebaskan, nilai uang yang Anda miliki jadi berkurang sejumlah uang tunai palsu di dompet Anda. Sayang kan?
Jadi, murni memakai uang tunai juga tidak bisa menjamin bahwa Anda tidak akan boros. Uang tunai, kartu debit, maupun kartu kredit sebenarnya tidak selalu pasti akan membuat Anda hemat ataupun boros.Â
Yang terpenting adalah komitmen dari Anda untuk berbuat hemat.
(mus)