Anggaran Dipotong Agar Kementerian Bisa 'Dikendalikan'

Gedung kementerian Keuangan
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengungkap alasan dipangkasnya anggaran di beberapa pos belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp50,016 triliun. Dari jumlah tersebut, pemotongan terbsesar berada di pos anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

img_title Sri Mulyani Kasih Sinyal Efisiensi Anggaran Lanjut di APBN 2026

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengungkapkan, pemangkasan tersebut dilakukan memang bertujuan untuk efisiensi kas keuangan negara. Sehingga, total anggaran yang sudah dialokasikan di tiap pos kementerian dan lembaga dapat dioptimalisasi dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi belanja yang tidak prioroitas, dapat dikendalikan,” kata Askolani saat berbincang dengan VIVA.co.id, Jakarta, Senin 16 Mei 2016.

img_title KY Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran dari Pemerintah: Sejumlah Laporan Potensi Mandek

Baca juga:

Meski begitu, Askolani menolak stigma yang menganggap bahwa pemotongan anggaran ini dikarenakan adanya potensi target penerimaan yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah (APBN) 2016 sebesar Rp1.822,5 triliun.

img_title Dewan Pers Efisiensi Anggaran Rp19,8 Miliar, Uji Kompetensi Wartawan Terganggu

“Lebih untuk pengendalian belanja, agar lebih efisien, efektif, serta optimal,” tegas Askolani singkat.

Baca juga:

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo secara resmi telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian dan Lembaga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari total jumlah tersebut, sebesar Rp20,951 triliun merupakan efisiensi belanja operasional, dan Rp29,064 triliun merupakan efisiensi belanja lain. Selain itu, dalam pemotongan ini juga terdapat Rp10,908 triliun yang merupakan anggaran pendiidkan, dari Rp1,343 triliun yang sebelumnya masuk anggaran kesehatan. 

Baca juga:

Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta

Rapat Paripurna DPRD DKI Memanas, Anggota Interupsi hingga Walk Out

Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta dengan agenda penyampaian dan penandatanganan Ranperda tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 berlangsung panas hingga walk out.

img_title
VIVA.co.id
12 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut