Anggaran Dipangkas, Pemerintah Jamin Tak Ganggu Pembangunan

Ilustrasi pembangunan infrastruktur jalan
Sumber :
  • VIVA.co.id / Renne Kawilarang

VIVA.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa akselerasi program infrastruktur yang saat ini tengah digenjot, tidak akan terlalu terpengaruh oleh penghematan dan pemotongan anggaran belanja di hampir seluruh pos kementerian/lembaga (KL), yang sebesar Rp50,01 trilun.

img_title Sri Mulyani Kasih Sinyal Efisiensi Anggaran Lanjut di APBN 2026

“Ya, enggak dong (menganggu pembangunan infrastruktur),” kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu malam, 18 Mei 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari jumlah tersebut, penghematan paling terasa berada di pos belanja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, karena anggarannya dipangkas sebesar Rp8,49 triliun, atau menjadi yang paling besar diantara kementerian/lembaga lainnya.

img_title KY Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran dari Pemerintah: Sejumlah Laporan Potensi Mandek

Padahal, mayoritas program prioritas pembangunan infrastruktur berada di ranah kementerian tersebut.

Menurut Askolani, efisiensi belanja operasional memang menjadi tujuan utama pemerintah. Apalagi, pagu yang dialokasikan untuk Kementerian PUPR memang terbilang cukup besar.

img_title Dewan Pers Efisiensi Anggaran Rp19,8 Miliar, Uji Kompetensi Wartawan Terganggu

“Proses tender sudah dari awal, artinya sudah bisa dihemat. Kami fokus utama ke belanja operasional, jadi tidak menghambur-hamburkan uang,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkaca dari pengalaman selama ini, Askolani mengatakan, efisiensi penghematan belanja ini bisa mendorong akselerasi serapan anggaran kementerian/lembaga terkait, karena pos belanja yang dihemat sudah pasti dapat dioptimalisasi dengan baik.

“Kalau tidak dipotong, natural belanja akan tetap di 90-92 persen. Tetapi, sekali kita hemat belanja, (serapan) mereka bisa di atas 95 persen. Ini memacu KL untuk membelanjakan uang mereka secara optimal,” kata dia. (asp)

Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta

Rapat Paripurna DPRD DKI Memanas, Anggota Interupsi hingga Walk Out

Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta dengan agenda penyampaian dan penandatanganan Ranperda tentang APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 berlangsung panas hingga walk out.

img_title
VIVA.co.id
12 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut