'Belgia Bagian dari Dunia Muslim'
- VIVA.co.id / Purna Karyanto
Dan, itu sinyal positif bahwa ke depan akan terjadi peningkatan volume perdagangan, khususnya pada tahun ini. Belgia juga salah satu negara di Eropa, yang kuat di industri teknologi.
Sebab itu, kami siap meningkatkan bisnis di Indonesia yang menyasar industri berbasis maritim dan transportasi teknologi, energi terbarukan, bioteknologi dan hortikultura, produk makanan dan minuman, serta industri kimia dan farmasi.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, Belgia termasuk salah satu negara Eropa yang berkontribusi pada kenaikan komitmen investasi.
Investasi Belgia di Indonesia selama periode 2010-2015, berkisar US$132 juta (setara Rp1,6 triliun dengan kurs Rp12.500 per dolar AS), dengan posisi ke-27 dari daftar negara asal investasi (penanaman modal asing / PMA).
Perspektif Belgia soal Indonesia, khususnya sebagai negara Muslim terbesar di dunia?
Ini sangat penting bagi kami, karena Belgia menjadi “rumah” bagi 600 ribu jiwa komunitas Muslim dari total 11 juta jiwa populasi.
Islam sejauh ini menjadi agama terbesar kedua di Eropa, setelah Kristen. Jadi, kami melihat, kalau Belgia sebagai bagian dari dunia Muslim.
Namun, tentu, seperti yang Anda tahu, adanya sejumlah ketegangan dalam integrasi dengan komunitas migran akhir-akhir ini menunjukkan masih adanya kekurangan.
Sehingga, kami sangat tertarik untuk belajar dari Indonesia, bagaimana caranya untuk menangani perbedaan agama dan hidup berdampingan.
Tentu saja, Pancasila tidak akan menjadi ideologi negara kami. Tetapi, Indonesia sudah berhasil melakukannya sejak tahun 1945. Kami sangat ingin untuk belajar.
Kami juga pernah melakukan diskusi mengenai hal ini dan konferensi yang bekerja sama dengan Habibie Centre. Kami ingin terus melihat perkembangan pembuatan kebijakan di Belgia, terhadap hal ini.
Hal lainnya, kami terlibat dalam proyek kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung, yang didaulat sebagai kota HAM. Tentu saja, aspek keagamaan menjadi salah satu bagian.
Kehadiran kami di Indonesia, tidak hanya aspek ekonomi atau politik, namun juga aspek sosial-keagamaan. Sekali lagi, kami ingin ada di sini untuk mendengar dan belajar.
Banyak yang mengaitkan Islam dengan terorisme, bagaimana Anda melihat hal ini?