Macho Lewat Terapi Hormon

Ivan Gunawan
Sumber :
  • Instagram.com/ivan_gunawan

Namun penampilan ala wanita ditinggalkannya sejak ia melakukan perawatan yang disebutnya sebagai 'investasi kegantengan'. "Aku mulai investasi kegantengan sebenarnya tiga tahun yang lalu," ucap Igun.

img_title Pasien Lansia di Bantul Diduga Raba Payudara Perawat saat Tensi Darah, Begini Nasibnya

Investasi kegantengan dijalani Igun agar tampil lebih maskulin. Ia mengaku ingin berubah total dan terlihat lebih laki-laki. Segala cara pun dilakoni, sampai akhirnya Igun memilih terapi hormon.  Terapi membuat hormon testoteronnya meningkat, rambut di tubuhnya pun kian tumbuh lebat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memiliki brewok buat aku nyaman, jadi sekalian saja enggak aku cukur-cukur dulu," katanya.

img_title Presiden JFA Kozo Tashima Resmi Maju Tantang Gianni Infantino dalam Pemilihan Presiden FIFA 2027

Bagaimana Irvan Gunawan tiba-tiba tertarik melakukan terapi hormon? Kepada VIVA.co.id, ia mengaku awalnya memang ingin terlihat lebih lelaki. Namun ia juga mengalami kendala menurunkan berat badan.

Dari seorang temannya ia mendapat informasi, meningkatkan hormon testosteron juga bisa membantu menurunkan berat badan. Ia pun mulai mencari-cari informasi seputar terapi hormon. Dan, tekadnya kian bulat untuk membuktikan omongan sang kawan.

img_title Oki Rengga Gak Terima Dibilang Tantrum Usai Ngamuk di Stadion, Langsung Balas Menohok!

"Setelah semuanya di-check up, darah lengkap dan lain-lain, di badanku ?terlalu banyak hormon perempuannya, jadi harus balance dengan dibantu hormon laki-laki, tiroid dan kolesterol semua dibenarin," ucap Igun yang memilih dokter Widia untuk terapi hormonnya itu.

Usai menjalani terapi hormon, Igun mengaku bekerja keras untuk mendapatkan bentuk dan bobot tubuh yang diinginkan.

Upaya Igun semakin kuat karena dukungan keluarga besar. Saat menjalani terapi, ia memberi pengertian dan penjelasan serinci mungkin kepada keluarga. Bahwa tujuannya baik.

Igun lalu menuturkan pengalamannya di awal terapi. Kata dia, sebelum terapi dijalankan, ia harus berpuasa terlebih dahulu. Ia juga harus membatasi asupan. Saat itu hanya apel yang boleh masuk ke tubuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puasa yang dilakukan bertujuan untuk mendetoks tubuh, membersihkan usus, hati dan lemak tubuh. Proses detoks dijalani selama enam hari. Sejumlah tahapan juga dilakukan di dua bulan pertama, hingga ia terbiasa tidak makan malam dan menghindari nasi.

Saat itu ia mulai merasakan perubahan signifikan, badannya menjadi lebih enteng, tidak mudah sakit. Terpenting, ia tidak pernah lagi menjalani suntik vitamin C demi meningkatkan kebugaran. "Jenggot juga makin lebat," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut