Dilebur ke Pertamina, Apa Untung PGN?
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
VIVA.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, perusahaan yang 57 persen sahamnya dimiliki negara, dinilai akan mendapat dampak positif dengan bergabung ke dalam PT Pertamina dalam holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi.Â
PGN yang merupakan perusahaan transmisi dan distribusi gas akan mendapat akses langsung ke sumber energi gas yang dikelola Pertamina.
Â
"PGN sebagai perusahaan yang posisinya sebagai distribusi gas akan mendapatkan akses langsung dengan sumber energi dan ini tentunya memberikan suatu advantage. Dan tentunya akan memberikan dampak positif dalam hal biaya operasional," kata Dirgo D Purbo, Pakar Ketahanan Energi dan Pengajar Geoekonomi di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dalam keterangannya, Senin 13 Juni 2016.Â
Â
Laporan keuangan 2015 menyebutkan PGN mencatat pembelian gas dari pihak berelasi, yakni anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi West Java Madura Offshore dan PT Pertamina EP sebesar US$384,17 juta. Selain itu, PGN juga menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Gas (Pertagas). Bahkan, PGN juga memiliki saham di anak usaha Pertamina, PT Nusantara Regas yang sekaligus memasok gas ke PGN.Â
Â
PGN sejauh ini telah mendistribusikan lebih dari 800 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) gas bumi, dan mentransmisikan 840 MMSCFD gas bumi, melalui jaringan pipa distribusi dan transmisi sepanjang 5.900 km.
Menurut Dirgo, Pertamina dan PGN memiliki aset operasional yang sama seperti fasilitas operasi, perlengkapan (inventory), dan sistem kontrol. Dengan penggabungan aset operasional tersebut akan mengurangi faktor gangguan pasokan (disruption) dari sumber energinya, dalam hal ini Pertamina di hulu dan PGN di hilir yang dioperasikan dalam satu manajemen.
Â
Lebih lanjut Dirgo mengatakan, hal ini memberikan efisiensi dan efektifvitas dalam hal operasional dan tentunya berdampak positif dalam hal biaya operasional yang artinya akan lebih berkurang secara korporat. Dengan demikian, biaya operasional akan jauh lebih murah.Â
"Biaya yang akan terpangkas dengan integrasi operasional Pertamina dan PGN bisa mencapai 30 persen," kata dia.
Â
Sebagai informasi, Pertamina telah cukup besar dalam pembangunan pipa transmisi demi menjamin monetisasi cadangan hulu dan optimasi produksi gas nasional. Di hulu (upstream), perseroan mengoperasikan sejumlah ladang gas dengan produksi rata-rata sebesar 1.700 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).Â