Usai VoLTE, Smartfren Jajal VoWiFi

Smartfren meluncurkan smartphone baru
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

VIVA.co.id – PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) sudah memperkenalkan teknologi Voice over LTE (VoLTE) beberapa bulan lalu. Setelah , kini operator telekomunikasi itu tengah menguji teknologi anyar, yakni Voice over WiFi (VoWiFi).

img_title Pengguna Jarang Menelepon, Gara-gara Smartfren Jagoan Data

Teknologi VoWiFi ini memungkinkan pengguna dapat melakukan panggilan telepon dengan mengandalkan sinyal WiFi. Dengan demikian, pengguna dapat tetap melakukan panggilan telepon dengan nomor tersebut meski tak ada sinyal operator yang digunakannya, karena memanfaatkan jaringan WiFi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vice President Special Project Network Smartfren, Munir Syahda Prabowo, belum lama ini mengatakan bahwaakan menjadi pendukung Smartfren ketika pelanggannya kesulitan mendapatkan sinyal. Dengan menggunakan teknologi tersebut, kata Munir, pelanggan bisa melakukan panggilan seperti biasa.

img_title Kualitas SDM TIK Indonesia di Bawah Brunei Darussalam

Tak hanya di dalam negeri, layanan VoWiFi ini juga kemungkinan bisa dilakukan ketika pelanggan berada di luar negeri. Namun, sayangnya, layanan terbaru Smartfren itu masih dalam tahap uji coba. Artinya, belum bisa dirasakan oleh pelanggan.

Mengenai kapan implementasi dari teknologi VoWiFi, Munir belum bisa memastikan kapan. Lantaran hal itu beriringan dengan regulasi dan penentuan tarif untuk penggunan VoWiFi. Smartfren, ucap Munir, berharap VoWiFi ini bisa diterapkan segera.

img_title Pertama di Dunia, Denmark Bentuk Duta Besar Digital

"Aturan untuk Voice over WiFi ini belum tertulis dengan jelas. Kita harapkan segera, biar bisa dinikmati inovasi teknologi Smartfren ini," jelasnya.

3 carrier aggregation

Di saat bersamaan, Smartfren juga menguji teknologi 3 Carrier Anggregation atau mengkombinasikan semua kanal spektrum yang dimiliki Smartfren, yaitu menggabungkan spektrum 10 MHz di Frequency Division Duplexing (FDD) pada 850 MHz dan spektrum 10 MHz + 20 MHz di Time Division Duplexing (TDD) pada 2300 MHz. Penggabungan tersebut mampu memberikan kecepatan internet hingga 240 Mbps.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, 3 Carrier Aggregation ini juga masih dalam tahap uji coba dikarenakan perangkat yang mendukung teknologi tersebut belum tersedia di Indonesia, tetapi sudah dijual di global. Smartfren pun tengah membahas mencari handset yang bisa mendukung teknologi yang diusung Smartfren.

Perangkat mobile besutan Smartfren, Andromax, dikatakan tak menjadi bagian proyeksi perangkat pendukung 3 Carrier Aggregation. Disebabkan, keberadaan seri smartphone andalan Smartfren itu tak memungkinkan disematkan komponen premium.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut