PAMMI Perjuangkan Royalti Musisi Dangdut
- dok.ist PAMMI
VIVA.co.id – Royalti selalu menjadi isu yang selalu membayangi dan dinanti kejelasannya oleh para musisi dangdut. Tak hanya musisi dangdut yang masih produktif, musisi dangdut yang sudah tidak berkarya pun selalu menanti perlindungan hak cipta dan royalti dari lagu yang mereka ciptakan.
Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) terus melakukan upaya untuk mensejahterakan anggotanya yakni para penyanyi, musisi dan produser rekaman suara. PAMMI berusaha memperjuangkan royalti para musisi dangdut.
Bersama Anugerah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI), PAMMI pun pelan-pelan mewujudkan impian para musisi dangdut tersebut. PAMMI dan ARDI pun akhirnya bisa menyerahkan royalti Rp600 juta kepada beberapa penyanyi, pencipta lagu dan musisi.
Ketua Royalti Anugerah Indonesia (RAI) yang juga Sekjen PAMMI, Waskito mengatakan, pihaknya telah bekerja keras untuk menjalankan fungsi RAI sebagaimana mestinya dalam memenuhi hak-hak anggota yang mayoritas adalah musisi dangdut.
"Mengumpulkan atau menagih royalti ke berbagai pihak, mulai televisi, radio, tempat-tempat hiburan dan media hiburan sebagainya, tentu melalui perjuangan. Tapi itulah salah satu fungsi adanya RAI, karena royalti yang terkumpul itu akan dibagi-bagikan pada anggota PAMMI dan ARDI," kata Waskito kepada VIVA.co.id, Selasa 21 Juni 2016.
Para musisi yang mendapatkan royalti di pertengahan tahun 2016 ini yakni Edi Lestahulu, A. Rafiq (alm), Ida Laila, Murad Harris dan beberapa musisi dangdut melayu lainnya.
Sebelumnya, musisi dangdut senior Rhoma Irama mengatakan, PAMMI akan terus memperjuangkan hak para musisi dangdut. Dia pun membandingkan royalti yang diterima para musisi di Malaysia.
"Organisasi ini dibentuk untuk kepentingan kita semua, insan dangdut. Nilai royalti kita sebetulnya sangat besar. Di Malaysia saja, nilai royaltinya bisa mencapai 600 miliar per-tahun. Sementara kita, sepuluh persennya aja ngga sampai. Padahal industri musik kita lebih besar. Ini menjadi tantangan yang sedang kita perjuangkan demi kesejahteraan insan dangdut di Tanah Air," ujar Rhoma.
 Lewat PAMMI, Rhoma juga menegaskan artis-artis dangdut Indonesia harus mampu menjaga nama baik insan dangdut, baik itu lewat penampilan maupun lirik-lirik lagu yang dicipta, sesuai budaya kultural dan edukasi agama yang bernilai Pancasila.