Kelola Blok Mahakam, Pertamina Tak Tergantung Mitra
Namun, pemerintah mengizinkan Pertamina menggandeng Total dan Inpex sebagai mitra. Sebab, dua perusahaan migas ini sudah berpengalaman mengelola blok di Kalimantan Timur. Tapi, kepemilikan Total dan Inpex di Blok Mahakam dibatasi maksimal 30 persen saham.
Tidak tergantung mitra >>>>>>>
Tidak tergantung mitra
Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, Pertamina saat ini masih mempersiapkan untuk mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam. Pada masa transisi, perseroan mengevaluasi investasi apa saja yang dibutuhkan.
“Sejauh ini dari Total juga men-support, sehingga semua berjalan cukup bagus. Kesiapan investasi di 2017, Total akan support. Jadi 2018 kita bisa masuk sebaik-baiknya,” kata Dwi.
Menurut Dwi, Total sampai saat ini belum menyatakan kesediaannya untuk masuk dan ikut serta dalam pengelolaan Blok Mahakam bersama Pertamina. Namun, Total telah menyatakan komitmennya untuk membantu proses transisi.
“Sejauh ini proses transisi, seperti inventarisasi kebutuhan apa yang harus diinvestasikan di 2018 itu sedang disiapkan. Kita butuh eksplorasi dan lain-lain itu yang sedang kita siapkan hingga akhir 2017,” katanya.
Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, Pertamina tidak tergantung dengan calon mitra untuk mengelola Blok Mahakam. Mandat yang diberikan pemerintah adalah Pertamina mengelola 100 persen blok gas di Kalimantan Timur tersebut.
“Kami sudah mengantisipasi dan menyiapkan biaya investasi yang diperlukan untuk mengelola Blok Mahakam. Untuk mekanisme pembiayaan, bisa dari own equity dan loan,” katanya.
Menurut Syamsu, tim alih kelola hingga saat ini terus bekerja sesuai dengan yang program yang direncanakan. Serta menyiapkan work program and budget (WP&B) 2016 maupun WP&B 2017.
“Lalu untuk transfer, sesuai dengan komitmen awal, pekerja yang saat ini bekerja di Blok Mahakam, welcome untuk bergabung dengan Pertamina nantinya,," kata dia.
(mus)