Siapkah si Kecil Masuk Sekolah?
- Pixabay/KokomoCole
"Yang pertama, orangtuanya yang harus dipersiapkan bahwa sekolah itu bukan seperti oven ajaib, yang memasukkan anak ke sana keluarnya semuanya sudah naik, sudah beres, enggak bisa begitu. Karena anak umur segitu jumlah waktu ada di rumah jauh lebih banyak daripada di sekolah," ucap Rose.
Baiknya, tambah Rose, orangtua bisa memilih dahulu sekolah yang tepat bagi sang anak.
"Baiknya yang sesuai dengan visi dan misi keluarga," ujar Rose.
Rose juga menyarankan orangtua harus memikirkan kemampuan sang anak bisa dimasukkan ke sekolah khusus misal ke sekolah yang bernuansa agama.
"Ada orangtua yang bilang saya enggak kuat agamanya, jadi lebih baik saya sekolahkan di sekolah yang bernuansa agama, supaya agama anak saya bagus, itu salah. Harusnya kalau kita memasukkan anak ke sekolah bernuansa agama, orangtuanya juga agamanya harus bagus. Jadi, bukan di balik," ucap Rose.
Orangtua juga harus mempertimbangkan serta memikirkan perkembangan mental sang anak jika telah siap memasukkan ke sebuah sekolah pilihannya."Setelah itu kalau mau anaknya disekolahkan, orangtua juga harus siap apa yang dilakukan di sekolah juga harus dilakukan di rumah. Supaya pertumbuhan dan perkembangan anaknya seperti yang kita harapkan," tegas Rose.
Rose Mini juga meminta orangtua jangan memberikan beban kepada anak tentang apa-apa yang diberikan oleh sekolah. Orangtua justru harus terus membimbingnya sampai sang anak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Jangan terlalu mengatakan ini tugas sekolah, terserah sekolah kan saya sudah bayar, enggak bisa begitu. Karena sekolah itu kan untuk membantu anak membangun kemampuannya tapi di rumah tanggung jawab ada di orangtua juga," ucap Rose.
Rose pun meminta orangtua jangan menuntut banyak dari anak yang baru menikmati dunia pendidikannya di sekolah. Karena dunia anak sebelum masuk masa sekolah adalah bermain.
"Jangan mempunyai standar terlalu tinggi karena anak umur segitu memang sekolahnya bukan baca tulis, tapi mengembangkan kemampuan-kemampuannya yang ada pada dia. Misalnya kemampuan sosialisasi di rumah enggak ada teman. Kemampuan motorik kasar anak umur 3-4 tahun," ujar Rose.