Kadispen TNI AU Marsma Wieko Sofyan

Media Sosial Sudah Menjadi Keharusan

Kadispen AU Marsma TNI Wieko Sofyan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Timnya ada berapa orang untuk mengelola medsos itu?

img_title Ramai Isu 'Rusuh Agustus Jilid II', IPR Ingatkan Warga Waspadai Provokasi Buzzer di Medsos

Resminya sih memang ada 5. Tapi berubah-ubah. Rata-rata kami pilih karena mereka aktif di medsos. Ada yang masih muda, ada yang umur 40. Urus Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak berniat dikembangkan?

img_title Selandia Baru Perketat Medsos: Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Akses TikTok, YouTube hingga X

Ya itu dilihat dari kebutuhannya juga nanti. Ke depan harusnya ada tim khusus karena kemajuan teknologi tidak bisa abaikan, harus ada yang benar-benar concern. Yang jelas dampak medsos cukup signifikan. Ketertarikan untuk bergabung ke TNI AU meningkat. Pernah dapat penghargaan juga dari The Marketeers. Padahal tak ada training khusus untuk tim medsos.

Kalau misal ada kejadian,  kecelakaan pesawat, itu bagaimana tugas tim medsos?

img_title Heboh Kapal Pesiar Berlogo Kemhan, Brigjen Rico Ungkap Faktanya

Itu memang sesuatu yang kita waspadai. Ada SOP-nya. Jalurnya, ada yang mencari informasi kejadian sebenarnya, ada yang mencari personel yang terkait kejadian, cari info alutsistanya, itu baru disampaikan kepada saya selaku Dispen untuk menginformasikan keluar. Ada batasan penyampaian keluar, apalagi dalam bentuk foto

Soal Alutsista, antisipasi kemajuan pesawat bagaimana karena kemarin banyak kecelakaan?

Keinginan ke depan, alutsista yang kita miliki itu adalah yang terbaik. Kami ingin pesawat baru, bukan pesawat hibah. Tapi kita hanya bisa berharap karena kebijakan itu ada di Kemenhan.

Tapi ada rencana beli yang baru?

Ya, pesawat tempur. Sukhoi 35 dari Rusia, yang akan menggantikan pesawat F5. Meskipun sampai sekarang, yang saya dengar dari Kemenhan, masih ada beberapa yang hal yang mesti diselesaikan.

Project loon di perbatasan, kabarnya belum dapat persetujuan dari AU?

Semua yang berkaitan dengan masalah ketinggian harus dikomunikasikan kepada TNI AU, dalam hal ini pangkalan terdekat, atau Kementerian Perhubungan karena berkaitan dengan keamanan penerbangan. Drone juga sama. Tapi jika kemajuan teknologi tidak buruk, harusnya diatur, diarahkan. Kalau tidak diatur bahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada info, TNI AU merekrut pasukan penerbang drone?

Kita punya satuan untuk mengelola masalah potensi dirgantara, salah satunya adalah aeromodeling, drone adalah aeromodeling. Menurut saya, suatu hal menarik dan strategis untuk dikembangkan. TNI AU mencoba mewadahi, nantinya bisa dikembangkan. Drone bisa dibuat alutsista. Kita punya beberapa, beroperasi di perbatasan, Jayapura, Natuna.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut