Holding Energi Bikin Gas Lebih Murah, Ini Penjelasannya
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Untuk midstream, Pertamina memiliki dan mengoperasikan kilang penerima LNG melalui anak usahanya, PT Nusantara Regas, perusahaan hasil sinergi Pertamina dan PGN saat ini. Pertamina juga telah mengoperasikan fasilitas terminal penerima, hub, dan regasifikasi LNG di Arun melalui afiliasi PT Perta Arun Gas.
Kapasitas Pertamina itu, dikatakan akan lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan adanya sinergi dengan PGN. Terlebih lagi, PGN tercatat mengoperasikan jalur pipa distribusi gas sepanjang lebih dari 3.750 kilometer.
Jalur pipa transmisi gas bumi yang terdiri atas jaringan pipa bertekanan tinggi sepanjang sekitar 2.160 km, yang mengirimkan gas bumi dari sumber gas bumi ke stasiun penerima pembeli.
Anggota Komisi VII DPR, Harry Poernomo menyatakan dengan adanya holding akan terjadi sinergi dan tidak ada lagi persaingan bisnis antara Pertagas dan PGN.
"Karena, sudah sama-sama menjadi anggota holding, Pertagas dan PGN tinggal bagi-bagi tugas saja. Tidak sendiri-sendiri, tumpang tindih, dan saling berebut bisnisnya," ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Abadi Purnomo mengatakan, pembentukan holding BUMN energi patut didukung dalam rangka ketahanan energi nasional. Apalagi, masing-masing entitas usaha tetap berjalan seperti biasa.
“Jika tujuan pembentukan holding BUMN energi untuk meningkatkan ekspansi investasi dalam rangka ketahanan energi, sehingga pembentukan tersebut patut didukung. Pembentukan holding bukan merger, sehingga entitas bisnis yang saat ini ada akan tetap eksis,” tambahnya. (asp)