Tujuh Juta Wisatawan Asing Kunjungi Bali Tahun ini

Ilustrasi/Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id - Pulau Dewata Bali, tak henti-hentinya berikan kemilau pariwisata terbaik ke seluruh dunia tahun ini. Studi terbaru dari Mastercard yang berjudul Asia Pasific Destinations Indeks (APDI) mencatat, Bali masuk dalam ranking ke delapan dalam jumlah kunjungan wisatawan terbesar sepanjang 2016. 

Dalam siaran persnya yang diterima VIVA.co.id pada Jumat 29 Juli 2016, laporan APDI mencatat, jumlah wisatawan asing yang masuk ke Bali, dari seluruh negara dapat mencapai 7,8 juta orang.

Dari jumlah itu pengeluaran wisatawan diperkirakan mencapai US$11 miliar dan berpotensi meningkatkan pertumbuhan industri pariwisata Bali.

Adapun 10 besar tujuan wisata teratas di Asia Pasifik, diurutkan berdasarkan jumlah pengunjung internasional yang bermalam adalah: 

1. Bangkok - 21,5 juta

2. Singapura -12,1 juta

3. Kuala Lumpur - 12,0 juta

4. Tokyo - 11,7 juta

Bandung Targetkan Kunjungan 1 Juta Wisatawan Asing

5. Seoul - 10,2 juta

6. Phuket - 9,9 juta

China Jadi Target Utama Promosi Wisata Indonesia

7. Hong Kong - 8,4  juta

8. Bali - 7,8 juta

23 Ribu Turis Tiongkok Masuk Indonesia Dalam Sepekan

9. Taipei - 7,3 juta

10. Pattaya - 7,3 juta

Sementara itu, dalam laporan APDI juga mencatat negara asal wisatawan yang berkunjung ke destinasi di Asia Pasifik, berdasarkan total pengeluaran. Di mana, wisatawan asal China, tercatat paling besar keluarkan dana untuk berwisata yang mencapai US$45,3 juta pada tahun ini. 

Sedangkah negara lain yang masuk dalam lima besar asal wisatawan yang keluarkan dana terbesarnya di bawah China, adalah Korea Selatan, sebesar US$ 21 juta, Amerika Serikat sebesar US$16,2 juta, Jepang sebesar US$15,8 juta, dan Taiwan US$13,9 juta.

Jumlah pengeluaran wisatawan dan jumlah kunjungan wisatawan ke beberapa destinasi wisata di Asia Pasifik tersebut, sangat dipengaruhi dengan kondisi perekonomian setiap negaranya. Hal itu, terlihat dari kurangnya jumlah pengeluaran wisatawan Jepang, di mana negara tersebut juga mencatatkan perlambatan ekonomi. (asp)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya