RUU Kebudayaan Sangat Penting untuk Indonesia

Edhie Baskoro Yudhoyono
Sumber :
  • ANTARA/Ujang Zaelani

VIVA.co.id – Anggota Komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan, Indonesia yang masyarakatnya heterogen dan kaya dengan aneka budaya daerah memerlukan UU Kebudayaan.
 
"RUU tentang Kebudayaan sebenarnya sudah dibahas oleh DPR RI periode sebelumnya, tapi belum selesai. Karena, persoalan kebudayaan ini sangat penting, maka RUU Kebudayaan ini dibahas lagi oleh DPR RI saat ini," kata Edhie Baskoro Yudhoyono melalui siaran pers, Kamis 11 Agustus 2016.

img_title Demokrat: Jika RUU HIP Bertujuan Mulia, Enggak Mungkin Rakyat Bereaksi

Menurut pria yang akrab disapa Ibas ini, RUU Kebudayaan masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2016 dan Komisi X DPR RI yang membahasnya menargetkan untuk segera selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ibas dalam kunjungannya ke Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang merupakan bagian dari daerah pemilihannya di Jawa Timur VII, melakukan sosialisasi RUU Kebudayaan sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat.

img_title Tidak Virtual DPR Rapat dengan Menhan Prabowo dan Panglima TNI

Pada kesempatan tersebut hadir komunitas dalang, seniman campur sari, seniman reog, seniman tari, dan para seniman lainnya dari Kabupaten Ngawi.

Menurut Ibas, di daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi, banyak memiliki situs sejarah dan potensi budaya sehingga harus tetap dipelihara.

img_title Jika RUU HIP Dilanjutkan, PA 212 Minta Cantumkan Lagi Syariat Islam

"RUU Kebudayaan ini setelah nantinya diterapkan, diharapkan menjadi regulasi untuk menjaga dan memelihara budaya asli Indonesia yang beragam," katanya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini menambahkan, RUU Kebudayaan juga diharapkan sebagai penguatan hak berkebudayaan, pembangunan jati diri dan karakter bangsa, serta pelestarian sejarah dan budaya.

Untuk turut menjaga dan melestarikan budaya Indonesia secara universal, katra dia, diharapkan peran pendidik serta tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, katanya, diharapkan peran para seniman dan budayawan untuk melakukan pembinaan, pengembangan industri budaya, penguatan diplomasi budaya, pengembangan pranata sumbner daya manusia kebudayaan serta sarana dan prasarana budaya.

Ibas mencontohkan, bahasa Jawa, harus terus dikembangkan dan diwariskan secara turun-temurun sebagai warisan budaya.  (webtorial)

Rapat Dengar Pendapat Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Sosial RI

DPR Setujui Pagu Indikatif Kemensos 2021 Sebesar Rp62,024 Triliun

Penyerapan anggaran Kemensos juga diapresiasi.

img_title
VIVA.co.id
25 Juni 2020
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut