Ekonomi Jepang Melambat

Bursa Jepang.
Sumber :
  • CNBC

VIVA.co.id – Ekonomi Jepang sepanjang periode April hingga Juni 2016 gagal meningkatkan laju pertumbuhan kuartalan. Bahkan sepanjang periode tersebut ekonomi negeri sakura masih tumbuh stagnan atau berada di kisaran nol persen.

img_title Kadin Indonesia Genap 58 Tahun, Anindya Bakrie Ungkap Fokus Besar untuk Dunia Usaha dan UMKM

Dilansir dari laman CNBC, Senin 15 Agustus 2016, ekonomi Jepang sepanjang kuartal II 2016 hanya tumbuh 0,2 persen atau melambat secara drastis dari capaian periode kuartal I 2016 lalu yang tumbuh signifikan sebesar 1,9 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari data kantor kabinet Jepang disebutkan, pelemahan pertumbuhan ekonomi didorong dari konsumsi swasta yang hanya naik tipis 0,2 persen padahal kontribusinya mencapai 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut melambat dari kuartal I lalu yang tumbuh 0,6 persen. Sementara, dorongan permintaan domestik hanya 0,3 persen.

img_title Konflik AS-Iran Picu Kenaikan Harga Plastik hingga 50 Persen, Pedagang Pasar Kian Tertekan

Ekuitas Strategi dari CCB Securities Internasional, Mark Jolley mengatakan ada banyak faktor yang tidak mengherankan bila ekonomi Jepang pada periode ini tumbuh rendah. Yaitu penguatan mata uang Yen, ketidakpastian ekonomi global dan harga minyak dunia.

"Selama Jepang tumbuh antara nol dan satu persen, itu hasil yang luar biasa. Dari sudut pandang pasar ekuitas, selama ada stabilitas dalam perekonomian, ini masih cukup nyaman tapi dengan kondisi ini sebaik tidak banyak yang berharap," katanya.

img_title Harga Minyak Dunia Tembus US$112, Analis Peringatkan Pertanda Buruk Bagi Ekonomi Global

Sebelumnya, pemerintah Jepang mengumumkan paket stimulus fiskal mencapai US$287 miliar atau setara dengan Rp3,7 triliun. Langkah tersebut dengan harapan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 1,3 persen pada tahun ini.

Fashion show hijab

Industri Fesyen Muslim Indonesia Punya Potensi Ekonomi Besar, Pasar Global Jadi Rebutan

Industri fesyen muslim Indonesia mempertahankan posisi global dan memiliki peluang ekonomi besar melalui pengembangan pasar, kreativitas, serta kolaborasi bisnis.

img_title
VIVA.co.id
13 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut