Asosiasi Pedagang Tradisional Tagih Janji Ekonomi Kerakyatan

Ilustrasi ritel modern.
Sumber :
  • Antara/Wahyu Putro

VIVA.co.id – Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Abdullah Mansuri, berharap HUT ke-71 RI menjadi momentum bagi Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla untuk kembali kepada janji mempertahankan ekonomi kerakyatan yang diucapkan sebelum pemilihan presiden (Pilpres) lalu.

img_title Deretan Peluang Karier Makin Luas di Tanah Air: dari Ritel hingga Teknologi Informasi

"Harapan kami cukup besar kepada Presiden, walaupun sudah selama dua tahun tidak ada bukti sama sekali keberpihakan terhadap kami (para pedagang pasar tradisional). Tetapi, harapan itu tetap kami tumbuhkan, semoga Presiden dapat kembali ke janjinya," ucapnya kepada VIVA.co.id pada Selasa 16 Agustus 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap, momen merdeka itu akan berarti tidak ada penggusuran lahan pasar tradisional. Menurutnya, merdeka itu tidak ada kebakaran pasar. “Merdeka itu harga pangan terkendali. Merdeka itu tidak ‘dijajah’ ritel yang menggerogoti perekonomian kecil di daerah-daerah,” ujarnya.

img_title Rupiah Memerah di Rp 17.513 Namun Diprediksi Menguat Ditopang Konsumsi Domestik & Keyakinan Konsumen

Dia menilai, pemerintah selama ini tidak memberikan keadilan kepada pasar tradisional. "Seringkali, pasar tradisional digusur untuk digantikan ritel modern. Ritel modern diberi tempat terbaik. Padahal, ketika negeri ini dilanda krisis kami tetap mampu bertahan, justru ritel-ritel besar yang hengkang dari negeri ini," ungkapnya.

Selain itu, perputaran uang di pasar tradisional dinilai lebih pasti untuk kepentingan masyarakat dan daerah setempat. Namun, tidak demikian dengan ritel modern.

img_title Mendag Busan Sebut 60 Persen Produk Lokal dan UMKM Sudah Dijual di Ritel Modern

Ia mengatakan, membutuhkan waktu untuk memperbaiki sumber daya manusia pedagang pasar tradisional, dan berbenah secara keseluruhan untuk berdaya saing setara dengan ritel modern. Tanpa kesempatan, pembinaan, dan regulasi pemerintah yang jelas, persaingan pasar antara tradisional dan ritel modern adalah tidak adil.

Dia mengharapkan, pemerintah memberlakukan tiga kebijakan untuk ritel. Pertama, membatasi pendirian ritel modern. Kedua, zonasi, yaitu dengan menjaga jarak antara pasar tradisional dan ritel modern. Ketiga, jenis dagangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan sampai, ritel modern itu menjual bahan pangan seperti sayur, jual telur," ucapnya.

Lalu, keempat, pembatasan jam operasional. "Pasar tradisional dagang hanya sekitar lima jam, sedangkan ritel hampir 24 jam. Dengan begitu, tentu omzet kita semakin lama berkurang," tuturnya. (asp)

Kroger

Buntut Fenomena AI Gantikan Pekerja, Raksasa Ritel Ini PHK 3.000 Karyawan

Raksasa ritel AS Kroger berencana PHK 3.000 karyawan korporat dalam tiga tahun saat memperluas penggunaan AI untuk menyederhanakan operasional dan meningkatkan efisiensi.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut