Era Perang Talenta, Pemerintah Upayakan Peneliti Nyaman

Ilustrasi peneliti.
Sumber :
  • REUTERS / Sebastian Derungs

VIVA.co.id – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menegaskan terus meningkatkan upaya untuk membuat ekosistem riset yang nyaman bagi peneliti.

img_title Ilmuwan Indonesia Terlibat dalam Penelitian Menanam Padi di Mars

Ekosistem riset yang nyaman dengan sendirinya akan membuat peneliti makin senang mengekspresikan hasil studinya untuk masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati, mengatakan bahwa pemerintah ingin peran ilmu pengetahuan menjadi lebih tinggi dibanding saat ini.

img_title 10 Ilmuwan Indonesia yang Hasil Risetnya Diakui Dunia, Siapa Saja?

"Kalau dalam bahasanya Reynald Kasali, saat ini kita masuk pada era telent war. Makanya kita harus mampu menarik peneliti kita yang ada di luar, dan tak bikin gaduh peneliti kita untuk ke datang ke Indonesia," ujar Dimyati di Auditorium LIPI, Jalan Gatot Subroto, Kamis 18 Agustus 2016.

Agar tak membuat gaduh peneliti, Dimyati mengatakan, Kemenristekdikti sudah melakukan berbagai upaya meminimalisir berbagai kendala dalam riset.

img_title Keren, Peneliti RI Raih Penghargaan Riset Post-Doktoral di Inggris

"Sudah ada Peraturan Menteri Keuangan 106 tahun 2016 yang mana peneliti bisa lakukan riset berbasis output. Peneliti bisa susbtantif lakukan riset, tak terjerat hal administratif," ujar Dimyati.

Selain itu, pemerintah kini sudah menetapkan regulasi insentif karena temuan peneliti masuk dalam Hak Kekayaan Intelektual (Haki). Selain insentif, kini sudah ada Undang-Undang Paten yang akan lebih tegas dalam melindungi karya peneliti.

"UU itu menunjukkan keberpihakan luar biasa ke peneliti, murah dan mudah urus paten, dan melindungi kekayaan intelektual peneliti," tuturnya.

Dimyati mengatakan, pemerintah sadar dukungan besaran anggaran akan membuka lebar peran signifikan ilmu pengetahuan dalam pembangunan nasional. Untuk itu, pemerintah tak tinggal diam dalam usaha memperbesar anggaran riset di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan saat ini anggaran riset masih 0,09 persen dari GDP. Padahal pemerintah ingin agar produk dari peneliti bisa langsung dihilirisasi.

"Kalau 0,09 persen itu setara Rp16 triliun untuk semua stakeholder riset di dalam negeri, maka sampai 2020, kita usulkan anggaran jadi Rp100 triliun. Kalau itu terpenuhi, peneliti bisa aktif berkarya," ujarnya.

Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Forum Ilmiah Dunia

Heboh! Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Forum Ilmiah Dunia, Berikut Kronologinya

Dunia Akademisi Indonesia tengah dihebohkan dengan skandal dugaan pemalsuan dan fabrikasi riset oleh sejumlah peneliti asal Indonesia di Konferensi Internasional

img_title
VIVA.co.id
28 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut