Penyebab Utang Luar Negeri Sektor Swasta Melorot

ilustrasi utang.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II-2016 tercatat  US$323,8 miliar, atau tumbuh 6,2 persen. Angka ini dinilai Bank Indonesia masih dalam batas sehat.

img_title ULN Sektor Publik Melambat, BI: Utang Luar Negeri RI November 2025 Turun

Namun apabila dilihat dari sektor peminjam, posisi ULN sektor swasta mengalami penurunan sebesar 3,1 persen. Penurunan ini cukup signifikan bila dibandingkan penurunan pada kuartal sebelumnya yang sebesar 0,5 persen secara tahunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ekonom PT Bank Pertama, Josua Pardede, saat berbincang dengan VIVA.co.id mengakui, kondisi perekonomian dalam negeri yang baru saja menunjukkan pemulihan secara bertahap pada akhirnya menjadi penyebab utama, ULN sektor swasta menurun tajam.

img_title Rupiah Melemah Usai Laporan Perlambatan Utang Luar Negeri RI di Oktober 2025

"Belanja modal korporasi cenderung menurun, yang pada akhirnya berimplikasi pada penurunan permintaan ULN swasta," jelas Josua, Selasa 23 Agustus 2016.

Meskipun secara keseluruhan posisi ULN dalam keadaan sehat, Josua mengatakan, upaya untuk mendorong penerimaan ekspor menjadi pekerjaan rumah ke depan. Selain itu, pemerintah pun perlu lebih efektif dan cermat dalam mengelola ULN.

img_title Rupiah Melemah Usai BI Umumkan Turunnya Utang Luar Negeri RI di Agustus 2025

Terutama, yang berorientasi pada sektor produksi. Ini, ditegaskan Josua, berdampak luas bagi pembangunan. Misalnya, pembangunan infrastruktur, atau pemberian insentif bagi usaha kecil menengah (UKM).

Selain itu, jumlah pembayaran bunga dan cicilan pokok ULN jangka panjang, yang dibagi dengan jumlah penerimaan ekspor (DSR) patut diwaspadai juga oleh pemerintah. Menurutnya, akan lebih objektif apabila DSR tier 1 mengacu pada perhitungan DSR Bank Dunia.

"DSR tier satu pada kuartal II-2016 meningkat menjadi 37,28, dadi 34,08 pada kuartal sebelumnya. Peningkatan ini perlu diwaspadai, karena kondisinya memburuk seiring dengan penurunan penerimaan ekspor," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Josua memandang, beberapa kebijakan yang semestinya dilakukan pemerintah adalah melunasi ULN pada saat jatuh tempo dan tidak memperpanjangnya. Kemudian, memperketat ULN swasta kecuali yang berorientasi ekspor.

"Selanjutnya, adalah pembangunan kawasan ekonomi yang berorientasi ekspor, serta juga memperkuat sistem logistik supaya ekspor efisien," tutur dia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Rupiah Melemah ke 17.156 Dibayangi Lonjakan Utang Luar Negeri & Kondisi Fiskal RI

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.156 per dolar AS. Posisi itu melemah 18 poin atau 0,10 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.138 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
17 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut