Stuntman Indonesia, Tidak Ada Asuransi Tapi Dikenal Nekat
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Ketika ditanya berapakah upah yang diterima stuntman, ia menuturkan tidak pernah ada ketetapan dan standardisasinya. Semua tergantung kesepakatan bersama dari kedua belah pihak. Namun mirisnya, Deswyn mengaku pernah dibayar Rp150 ribu saja pada tahun 2012 untuk proyek tiga bulan sinetron.
Perbedaan dengan stuntman luar negeri
Deswyn menuturkan, banyak perbedaan antara stuntman luar negeri dengan yang ada di Indonesia.
"Orang luar, satu itu safety, lalu mereka lihat punya fasilitas," katanya yang menjelaskan harus ada sertifikasi khusus untuk menjadi seorang stuntman di Hollywood.
Meski begitu, kualitas dan kemampuan stuntman Indonesia pantas diperhitungkan. Indonesia dikenal memiliki stuntman dengan mental yang kuat, karena termasuk nekat.
"Orang luar kalau liat kita, mereka bilang, 'Gila!', karena kita nekat," tambahnya.
Kebanggaan menjadi stuntman
Meski belum menjadi profesi yang menjanjikan, Deswyn mengaku, menjadi seorang stuntman punya kebanggaan sendiri. Ia mengatakan, adegan berbahaya yang sukses dilakukan adalah kepuasan dan kebanggaannya.
"Itu hasil kerja keras kita," katanya dengan mantap.
![]()
Indras Hidetora yang juga bergabung dalam SFC dan pernah menjadi stuntman Afgan Syahreza dalam film Refrain juga film lain seperti Negeri Tanpa Telinga mengungkapkan, menjadi stuntman juga dilatih menjadi aktor laga. Meski tak tertangkap kamera, mereka harus bisa menguasai ekspresi. Jika bagus, bisa mendapat peran penting nantinya.
Ke depan, Deswyn berharap bisa mendapat perhatian lebih dari industri perfilman Indonesia, seperti dari Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia). Ia ingin semua komunitas stuntman bergabung untuk membentuk asosiai guna membuat standardisasi upah hingga keamanannya.
"Agar enggak jatuh-jatuh harganya. Kita enggak stag di situ saja, ada asuransi juga," katanya berharap.