Holding BUMN Energi Tingkatkan Akses Gas Masyarakat
- ANTARA FOTO/Zabur Karuru
VIVA.co.id – Pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara sektor minyak dan gas yang rencananya akan menggabungkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ke dalam PT Pertamina akan membuat integrasi bisnis antar kedua perusahaan terwujud. Sehingga menghilangkan segala bentuk inefisiensi dan pada akhirnya biaya-biaya bisa ditekan dan harga gas ke masyarakat bisa turun.
"Kalau holding bekerja dengan baik, dengan leadership antar holding dan operasional berjalan dengan baik itu harusnya memang ada banyak penghematan. Â Bentuk holding ini adalah lebih dari sekedar sinergi," ujar Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rheinald Kasali, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu 27 Agustus 2016.
Menurut Rheinald, holding mengharuskan ada pengintegrasian, sehingga strategi dirumuskan  dari atas dan menghindari dari segala sesuatu yang sifatnya terduplikasi. Selain itu, berbagai hal yang mengakibatkan tidak efisien dan yang mengharuskan beli sendiri-sendiri itu harusnya bisa diintegrasikan menjadi satu tindakan yang efisien.
"Misalnya PGN tidak punya sumber gas, Â Pertamina punya. Lalu Pertamina melalui Pertagas belum begitu kuat dalam jaringan ke konsumen, PGN kuat di sana, hilirnya kuat. Kalau Pertamina mau pakai jaringan PGN selama ini bayar, berarti ada toll fee-nya, ada biaya, kalau beli gas deal seperti biasa juga," ungkap dia.
Sebagai informasi, Pertamina telah berinvestasi cukup besar dalam pembangunan pipa transmisi demi menjamin ketersediaan cadangan hulu dan optimasi produksi gas nasional. Di hulu (upstream), Pertamina memproduksi gas sekitar 1.900 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Bahkan, jumlah tersebut dipastikan akan segera meningkat seiring pengelolaan Blok Mahakam.
Untuk midstream, Pertamina memiliki dan mengoperasikan kilang penerima LNG melalui anak usahanya, PT Nusantara Regas, perusahaan hasil sinergi Pertamina dan PGN saat ini. Pertamina juga telah mengoperasikan fasilitas Terminal Penerima, Hub, dan Regasifikasi LNG di Arun melalui afiliasi PT Perta Arun Gas.
Kapasitas bisnis Pertamina tersebut tentu akan lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan adanya sinergi dengan PGN yang tercatat mengoperasikan jalur pipa distribusi gas sepanjang lebih dari 3.750 km, dan jalur pipa transmisi gas bumi yang terdiri atas jaringan pipa bertekanan tinggi sepanjang sekitar 2.160 km yang mengirimkan gas bumi dari sumber gas bumi ke stasiun penerima pembeli.