Operator yang Pro dan Kontra Interkoneksi Temui Menkominfo
- Idt
VIVA.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, dikabarkan sedang melakukan pertemuan dengan operator telekomunikasi. Pertemuan dilakukan terpisah antara operator yang pro dan kontra terhadap kebijakan interkoneksi.
"Iya. Pak Menteri dengan direksi masing-masing membahas surat tanggapan tentang interkoneksi yang telah disampaikan Telkomsel," ujar Plt. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Noor Iza, dalam pesan singkatnya, Senin 29 Agustus 2016.
Sayangnya, pertemuan ini dilakukan secara tertutup dan terpisah. Telkomsel bertemu menteri pada pukul 10.00-11.00 WIB, dilanjut pertemuan dengan direksi empat operator lain pada pukul 13.00-14.00 WIB.
"Prosesnya memang begitu, sebab menyangkut Non Disclosure Agreement," jelas Noor Iza.
Banyak pihak yang mengharapkan Kemenkominfo bisa mengeluarkan solusi yang adil dan tak memihak terkait revisi perhitungan biaya interkoneksi yang akan dijalankan oleh operator. Hal ini disampaikan Founder Indotelko Forum, Doni Ismanto Darwin. Menurutnya, hal yang biasa terjadi kala perhitungan biaya interkoneksi dilakukan setiap dua tahun oleh regulator dan ketika proses perhitungan dimulai.
"Biasanya suasana industri mulai memanas. Kami hanya ingin mengingatkan di industri telekomunikasi itu tak ada kompetisi tanpa interkoneksi. Jika penetapannya belum menjadi kesepakatan semua pihak, tugas regulator untuk mencari persamaan dari perbedaan yang ada,” kata Doni saat menyerahkan buku ‘Meruwat Interkoneksi’ kepada Menkominfo Rudiantara di sela-sela Turnamen Futsal memperebutkan Piala Bergilir Menkominfo ke-9 di Jakarta, kemarin.
Founder IndoTelko Forum (Doni Ismanto Darwin) berpelukan dengan Menkominfo Rudiantara usai menyerahkan buku Meruwat Interkoneksi di sela-sela pembukaan Turnamen Futsal dalam rangka Hari Bakti Postel di Jakarta, Sabtu (27/8).
Dikatakannya, suasana memanas itu hal biasa tiap pembahasan perubahan biaya interkoneksi sejak 2008. Namun baru kali ini mencapai titik didih paling tinggi. Ini dianggap ujian berat bagi seorang Rudiantara yang pernah juga berada di posisi eksekutif operator.
"Beliau harus bisa membuktikan tak ada cinta, tak ada benci. Kita harus pikirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Rudiantara dalam sambutannya ketika membuka Turnamen Futsal tersebut menyatakan syarat pertandingan yang sehat adalah ekosistem yang mendukung.