Jasa Marga Right Issue Rp1,8 Triliun untuk Proyek Ini

Pergantian Direksi PT Jasa Marga Tbk.
Sumber :
  • Fikri Halim/VIVA.co.id

VIVA.co.id – PT Jasa Marga Tbk (berkode saham JSMR) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyepakati bahwa perseroan akan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), atau rights issue sekitar Rp1,8 triliun. 

img_title SIG Dorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi Akselerasi Konstruksi Berkelanjutan

Dalam rights issue ini, Jasa Marga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 491.465.665 lembar saham dengan nilai nominal Rp500 per lembar saham. Adapun penambahan modal dengan HMETD Jasa Marga sebesar Rp1,8 triliun tersebut, terdiri dari Rp1,25 triliun dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Rp550 miliar dari publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penambahan modal ini akan memberikan tambahan modal bagi perseroan untuk mengembangkan usaha, serta meningkatkan kemampuan perseroan untuk menerima pembiayaan dan lembaga keuangan dan perbankan," kata Direktur Keuangan Jasa Marga Anggiasari di Balai Kartini, Jakarta, Senin 29 Agustus 2016. 

img_title Borong 30 Juta Lembar Saham MGLV, Boy Thohir: Infrastruktur Teknologi Masa Depan Berkembang

Ia mengatakan bahwa dana hasil PUT I tersebut sepenuhnya akan digunakan untuk pembangunan proyek jalan tol baru, di antaranya adalah Ruas Tol Semarang-Batang, Pandaan-Malang, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung hingga Jakarta-Cikampek Elevated (layang). 

"Untuk tahun ini misalnya Batang-Semarang, Pandaan-Malang, Manado- Bitung, terus kita lagi proses tender yang Jakarta-Cikampek Elevated juga," tuturnya. 

img_title Pemda Bisa Pinjam ke SMI Buat Bangun Infrastruktur, Purbaya: Dibayar Sebagian Pakai DBH

Ia merincikan nilai investasi hingga akhir yang dibutuhkan untuk pembangunan tol Pandaan – Malang adalah sebesar Rp5,9 triliun, Balikpapan-Samarinda Rp9,9 triliun, Manado- Bitung Rp5,12 triliun dan Jakarta-Cikampek Elevated Rp14,13 triliun. 

"Keseluruhan kira-kira Kita membutuhkan Rp82 triliun hingga 2019, jadi right issue dulu, nanti kita juga terbitkan obligasi, Q1 (2017). Tapi nanti, kita lihat marketnya dulu yah, lalu misal untuk refinancing bond saja kita butuh Rp19 triliun, sampai 2019, tetapi kan mesti dibagi-bagi, tahun ini berapa, jadi belum selesai semua excercisenya," kata Anggiasari. (asp)

Ilustrasi ruang server.

Era Bank Digital, Infrastruktur Internet Tak Bisa Lagi Kaku

Transformasi digital membuat layanan perbankan semakin bergantung pada infrastruktur teknologi yang mampu bekerja sepanjang waktu. Tidak lagi hanya soal kapasitas.

img_title
VIVA.co.id
13 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut