Baru Google yang Merespons Surat RI Terkait Perpajakan

Doodle Google HUT RI ke-71
Sumber :
  • Doodle Google

VIVA.co.id – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan beberapa waktu yang lalu menyatakan akan memeriksa secara khusus empat korporasi multinasional yang masuk dalam kriteria Badan Usaha Tetap (BUT), sebagai objek pajak.

img_title Buat Pengguna Android Auto, Google Bakal Bawa Youtube dan Browser ke Head Unit Mobil

Keempat perusahaan tersebut adalah Google, Facebook, Twitter, Yahoo. Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi, mengatakan pemerintah telah memanggil pimpinan keempat perusahaan multinasional tersebut ke Indonesia untuk menyelesaikan masalah perpajakan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sudah kirimkan surat ke mereka semua. Google, Yahoo, Facebook, Youtube," jelas Ken saat berbincang dengan awak media di gedung parlemen Jakarta, Selasa 30 Agustus 2016.

img_title Korsel Denda Google dan Apple Rp 866 Miliar

Ken mengatakan, dari panggilan yang diberikan pemerintah kepada keempat perusahaan itu, baru Google yang merespons. Dalam waktu dekat, perwakilan dari perusahaan mereka akan datang ke Indonesia.

"Direktur Keuangan mereka (Google) akan datang. Saya bilang ke mereka, saya sangat welcome," katanya.

img_title Google Photos atau Drive, Mana yang Lebih Tepat untuk Mengosongkan Memori HP?

Mengenai potensinya terhadap penerimaan negara, Ken mengaku keempat perusahaan tersebut mampu menjadi objek pajak baru, dalam rangka meningkatkan penerimaan negara. Mengingat, selama ini mereka tidak pernah membayar keuntungan yang selama ini mereka dapatkan ke Indonesia.

"Inggris saja bisa kok. Lihat saja iklannya. Berapa yang ngehits," ungkap Ken.

Sebagai informasi, Facebook dan Twitter sendiri memang terdaftar di Indonesia sebagai kantor perwakilan. Kedua perusahaan tersebut, selama ini menyetor pajaknya di negeri Singa, Singapura, karena mereka memiliki kantor cabang yang berada di sana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara untuk Yahoo dan Google, juga memiliki kantor cabang di Singapura. Kedua perusahaan tersebut, tidak tercatat sebagai BUT, dan selama ini tidak pernah membayar pajak, dari seluruh penghasilan yang mereka dapatkan di Indonesia.
 

(ren)

Ilustrasi hacker.

Ada Perangkat Asing di Akun Google? Waspadai Tanda HP Diakses Orang Lain Tanpa Izin

Ada perangkat asing di akun Google? Kenali tanda akses tanpa izin, cek aktivitas Gmail dan Google Drive, serta lakukan langkah pengamanan untuk melindungi data pribadi.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut