Suhu Dunia Meningkat Sampai 0,16 Derajat Celcius Tiap Bulan

Cuaca super panas di Australia
Sumber :
  • REUTERS/Bobby Yip

VIVA.co.id – Suhu global terus mengalami peningkatan, dengan pemanasan yang lebih tinggi sejak tahun 1880-an. Hal itu diungkap, melalui laporan terbaru Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

img_title Cuaca Ekstrem Sejak 21 Juni, Spanyol Catat 212 Kematian

Laporan yang diterbitkan pada 12 September lalu, NASA mengungkapkan bahwa pada Agustus 2016, mengalami suhu global yang memecahkan rekor bulan sebelumnya. Bahkan, suhu di bulan ke delapan itu terhitung yang terpanas yang pernah dicatat sejak tahun 1880-an.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Agustus 2016, memiliki temperatur global terpanas ketimbang yang pernah tercatat di bulan Juli lalu," ujar studi tersebut dikutip dari Tech Times, Selasa 13 September 2016.

img_title Kulit Anda Diam-Diam Terdampak Cuaca Panas, Waspadai 7 Efek yang Sering Diabaikan Ini

Membaca dari pengukuran suhu dengan termometer dan sumber lainnya, menunjukkan bahwa Agustus mencapai 1,8 derajat Fahrenheit (0,98 derajat Celcius), yang artinya lebih panas dari rata-rata temperatur Agustus tahun 1951 sampai 1980.

Disebutkan, tercatat 0,29 derajat Fahrenheit (0,16 derajat Celcius) yang paling panas dari Agustus 2014. Itu merupakan bulan Agustus yang paling panas kedua untuk saat ini.

img_title Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 6 Juni 2026: Langit Berawan Seharian, Hanya Kepulauan Seribu Diguyur Hujan

NASA menuturkan, Agustus 2016, menjadi tanda bahwa 11 bulan berturut-turut, rata-rata temperatur suhu bulan terus mengalami rekor. Apabila tren tersebut terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan mematahkan rekor suhu 16 bulan berturut-turut peningkatan yang dianalisa National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). 

Sedangkan pengukuran suhu global di Agustus 2016 yang dilakukan NOAA, baru akan dirilis pada pekan ini.

Patahkan rekor 2015

Apapun cara mengukurnya, bagaimana pun, dengan menempatkan pemanasan yang beruntun terjadi pada tahun ini, itu memungkinkan akan mematahkan rekor tren suhu global terpanas di 2015. Setidaknya, itu yang diungkapkan oleh para ilmuwan mengenai tren suhu terpanas yang terjadi di Bumi.

Terlebih, peningkatan suhu tersebut akan berdampak cukup signifikan kepada Bumi, seperti memengaruhi cairnya kutub es dan memanasnya suhu permukaan laut. Akibat dari meningkatnya suhu tersebut, yang tak lain bagian dari perubahan iklim, mendorong peristiwa El Nino selama dua tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Goddard Institute for Space Studies (GISS) dari NASA, Gavin Schmidt mengatakan, peningkatan temperatur bulanan akan memberikan pengetahuan soal perubahan iklim yang terjadi di Bumi.

"Tren jangka panjang itulah yang paling penting untuk memahami perubahan (iklim) yang sedang berlangsung, yang tentunya memengaruhi planet kita (Bumi)," ujar Schmidt. (asp)

Ilustrasi cuaca panas/ekstrem.

Bukan Cuma Banjir Keringat, Ini 8 Tanda Tubuh Kena Heatstroke saat Cuaca Panas Menyengat

Cuaca panas menyengat bisa memicu heatstroke. Kenali tanda-tandanya, bukan hanya banjir keringat, tetapi juga kebingungan, pingsan hingga kejang. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
1 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut