VIVA Kantongi Dana Sindikasi Rp2,3 Triliun

Pendapatan VIVA Holding Tumbuh Pesat
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memberikan kredit sindikasi sebesar Rp2,3 triliun kepada PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) untuk pendanaan ulang (refinancing) utang dalam bentuk mata uang dolar Amerika Serikat. Dalam hal ini, BNI menjadi pemimpin kredit sindikasi.

img_title Baru Sehari Ditahan, Eks Bupati Gowa Minta Penangguhan karena Maag Akut

Berdasarkan pesan tertulis perusahaan sekuritas NH Korindo Securities Indonesia, Rabu 14 September 2016, selain BNI ada beberapa bank lain yang menjadi anggota sindikasi ini, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Bank Sumsel Babel, dan Credit Suisse.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jumlah kredit sindikasi ini tercatat sebesar Rp2,3 triliun, dengan rincian sebagian besar porsinya diambil oleh BNI, yaitu sebesar Rp1 triliun. Sementara itu, sisanya dibagi oleh beberapa bank lain, seperti BRI sebesar Rp500 miliar dan Credit Suisse sebesar Rp600 miliar. Sedangkan sisanya Rp200 miliar, diambil oleh Bank Sumsel Babel.

img_title Wardatina Mawa Sesegukan di Hadapan Insanul Fahmi dan Anaknya: Sebenarnya Aku Gak Mau

Direktur Bisnis dan Korporasi BNI, Herry Sidharta mengklaim, pertimbangan BNI memberikan kredit sindikasi ini, lantaran melihat prospek kondisi keuangan dan proyeksi kemampuan pembayaran dari debitur, yaitu VIVA.

Herry mengatakan, tujuan utama sindikasi ini adalah, agar risiko bisa terbagi rata dengan beberapa bank lain.

img_title Mau Rasakan Sensasi Udara Dingin di Puncak Gunung? Tak Perlu Mendaki!

Suku bunga kredit sindikasi ini, sesuai dengan kredit komersial, yaitu kurang lebih 10,25 persen. Keyakinan BNI terkait dengan pemberian sindikasi ke kelompok usaha Bakrie ini, karena dalam proses penilaiannya dibantu oleh lima lembaga konsultan besar, salah satunya adalah Ernst and Young.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, sebelumnya VIVA melakukan refinancing utang dengan kredit sindikasi. Anak usaha Bakrie ini pada 2013, tercatat mengambil pinjaman dari konsorsium Credit Suisse sebesar US$230 juta, atau Rp3,02 triliun.

Hampir seluruh kewajiban VIVA ke Credit Suisse akan jatuh tempo pada 2017. Selain dengan refinancing utang, untuk melunasi kewajiban ini, VIVA juga melakukan penjualan saham. (asp)

Ilustrasi pembunuhan

Motif Sadis Dwi Bagus Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Terungkap: Cemburu Buta, Istri Sah Chat Korban Jadi Pemicu

Motif di balik kasus pembunuhan sadis ibu dan anak di Madiun yang jasadnya digiling dan dibakar akhirnya terungkap. Bukan soal ekonomi, tapi karena cemburu

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut