Kinerja Ekspor Stagnan, BI Peringatkan Kemampuan Bayar Utang

ilustrasi utang.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Bank Indonesia (BI) menyampaikan, debt to service ratio atau rasio kemampuan bayar utang dari penerimaan ekspor dalam negeri sudah dalam tahap waspada. Sebab, kinerja rasio ekspor Indonesia masih relatif stagnan lantaran harga komoditas yang belum pulih

img_title ULN Sektor Publik Melambat, BI: Utang Luar Negeri RI November 2025 Turun

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menyarankan, Indonesia sebaiknya lebih berhati-hati lantaran akan memengaruhi porsi pinjaman Indonesia dari utang luar negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita melihat bahwa rasio ekspor yang relatif belum tumbuh karena harga komoditas yang belum membaik itu membuat rasio service kita perlu diwaspadai. Tentunya ini akan berpengaruh ke porsi pinjaman utang luar negeri," ujar Agus di kantornya, Senin, 19 September 2016.

img_title Rupiah Melemah Usai Laporan Perlambatan Utang Luar Negeri RI di Oktober 2025

Meskipun demikian, lanjut Agus, berutang tidak menjadi masalah asal digunakan untuk kegiatan yang produktif di dalam negeri. Selama ini pun, pemerintah Indonesia juga menjaga stabilitas utang luar negeri.

"Dan selama ini yang kita jaga adalah penggunaan untuk yang produktif dan didukung oleh hedging (lindung nilai), sehingga tidak membuat risiko nilai tukar rupiah," tuturnya.

img_title Rupiah Melemah Usai BI Umumkan Turunnya Utang Luar Negeri RI di Agustus 2025

Agus mengaku, memang porsi utang swasta sudah lebih besar dari pemerintah. Namun mayoritas dari utangnya adalah jangka panjang dan yang lebih besar adalah non-bank.

"Kita melihat bahwa secara umum yang non-bank semua terkendali. Namun untuk yang swasta dengan BI mengeluarkan peraturan untuk kehati-hatian," ujarnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Rupiah Melemah ke 17.156 Dibayangi Lonjakan Utang Luar Negeri & Kondisi Fiskal RI

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.156 per dolar AS. Posisi itu melemah 18 poin atau 0,10 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.138 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
17 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut