Premium Terus Turun, Pertalite Mulai Jadi Primadona

BBM jenis Pertalite.
Sumber :
  • ANTARA/Muhammad Adimaja

VIVA.co.id – PT Pertamina mengungkapkan, antusiasme masyarakat mulai beralih dari pemakaian bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium ke pemakaian BBM jenis Pertalite. Hal ini tercermin dari turunnya penjualan BBM Premium hingga per 1 September 2016.

img_title Andalkan Jaringan Ritel Modern di Sejumlah Kota Besar, Bulog Distribusikan Pasokan Beras Premium

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro memaparkan, pada Juli 2016, penjualan Premium masih di angka 64 ribu kilo liter (KL) per hari. Namun, mulai Agustus hingga September 2016, penjualannya terus turun menjadi 55 ribu KL pada Agustus dan 50 ribu KL pada September 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masyarakat punya preferensi tertentu untuk jenis BBM. Pada Juli, Premium penjualannya masih 64,6 ribu KL per hari, bahkan sebelumnya sampai 75 ribu KL per hari. Kemudian, Agustus mulai turun 55,4 ribu KL, dan September 50,5 ribu KL per hari," ujarnya, saat berbincang dengan media di Jakarta, Kamis 29 September 2016.

img_title Persaingan Industri Alat Elektronik Bergerak ke Level Premium, Pasar Tagih Kekuatan Inovasi dan Teknologi

Sementara itu, kata Wianda l, penjualan BBM jenis Pertalite dan Pertamax terus mengalami peningkatan tiap bulannya. Pada Agustus 2016, penjualan Pertamax mencapai 14 ribu KL per hari meningkat menjadi 15 ribu KL per hari pada September 2016.

"Pertalite luar biasa sekali (penjualannya). Juli itu 14,7 ribu KL, Agustus 19,2 ribu KL, dan September sudah luar biasa 25,2 ribu KL," tuturnya.

img_title Beras Fortifikasi Dipastikan Tak Menggeser Beras Premium, Mendag Budi: Pangsa Pasarnya Beda!

Di samping itu, Wianda juga mengungkapkan, pihaknya banyak menerima permintaan dari berbagai kota di Indonesia, agar pertalite dapat masuk ke wilayah mereka. Dalam setahun ini Pertalite sudah masuk di 4.341 SPBU di Indonesia, termasuk di Papua, Kalimantan, dan Gorontalo.

"Karena kalau Pertamina ingin memberikan pilihan ke masyarakat, maka harus disediakan (Pertalite) dengan cepat. Kalau tidak, itu bukan strategi marketing dengan baik," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya Pertalite, Wianda menambahkan, lonjakan penjualan juga dialami oleh solar jenis baru berlabel dexlite. Padahal, Dexlite baru diluncurkan pada April 2016.

"Waktu awal agak tersendat, kita pikir masyarakat belum mau konsumsi Dexlite. Pada Juli masih 230 ribu KL per hari, terus Agustus 486 ribu KL, dan September 620 ribu KL. Ini ada di 500-an SPBU," ujarnya. (asp)

BSN.

BSN Bidik Nasabah Premium Luncurkan Layanan Prioritas

Pasar nasabah premium tersebut dibidik melalui layanan terbarunya BSN Prioritas, yang mentargetkan nasabah dengan tingkat kemapanan finansial yang semakin kompleks.

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut