Jadwal Penerbitan ORI Tak Tergantung Program Tax Amnesty

Robert Pakpahan jadi Direktur Jenderal Pajak yang baru, menggantikan Ken Dwijugiasteadi.
Sumber :
  • Chandra Gian Asmara / VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kementerian Keuangan menegaskan penerbitan Obligasi Negara Ritel, atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI) sesuai jadwal yang telah ditetapkan selama satu tahun anggaran. 

img_title Tak Ingin Bergantung pada APBN, Mentrans Iftitah Pertimbangkan Pembiayaan Kawasan Transmigrasi Lewat Obligasi

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan, adanya program tax amnesty, atau pengampunan pajak, tidak menjadi patokan untuk penerbitan salah satu instrumen utang pemerintah tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami akan melakukan penerbitan dengan schedule kami. Tidak terlalu berpengaruh dengan amnesti pajak. Karena, instrumen untuk menyerap amnesti pajak bersama-sama, banyak," ujarnya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis 29 September 2016.

img_title IHSG Anjlok serta Dibayangi Koreksi, Bursa Asia-Pasifik dan Wall Street Kompak Menguat

Seperti diketahui, obligasi seri ORI013 yang baru diterbitkan hari ini, tanggal settlement 26 Oktober 2016, dengan masa penawaran 29 September hingga 20 Oktober 2016. Dengan masa tenor tiga tahun untuk pembelian ORI minimum Rp5 juta dan maksimum Rp3 miliar.

Meski demikian, dia mengakui, ORI013 merupakan salah satu instrumen negara yang bisa digunakan wajib pajak untuk menginvestasikan dananya di dalam negeri.

img_title Utang Obligasi BLBI Tangani Krisis 1998 yang Dilunasi Pemerintah Sebesar Rp 218,3 Triliun

"Tapi kan, SBN (Surat Berharga Negara)-nya pemerintah kan bukan satu-satunya instrumen yang bisa digunakan untuk penempatan dana repatriasi," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu menurut dia, dalam waktu dekat akan ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerbitkan pula obligasi global yang berdenominasi valuta asing. Penerbitan itu untuk mendukung realisasi program amnesti pajak. 

"Saya dengar, ada beberapa BUMN sedang terlibat dalam membangun infrastruktur akan memberikan obligasi dan instrumen-instrumen lainnya. Jadi, kami saling melengkapilah," ujarnya. (asp)

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara

Pramono Ingin DKI Terbitkan Obligasi, Begini Respons Menkeu Suahasil

Menkeu Suahasil Nazara mengingatkan penerbitan obligasi daerah harus mengikuti aturan. Rencana DKI Jakarta masih dibahas bersama pemerintah pusat. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut