Sentimen Positif Mulai Surut, Rupiah Bergerak Datar

Dolar AS dan rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Perdagangan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan ini diperkirakan bergerak cenderung mendatar atau flat lantaran sentimen positif pendukung mulai surut.

img_title Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan, pelaku pasar terlihat mulai kehabisan sentimen positif terkait program pengampunan pajak alias tax amnesty, sehingga menyebabkan laju rupiah cenderung bergerak flat meski mampu kembali menguat tipis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, saat ini pelaku pasar lebih melihat sentimen global di mana mereka mengambil sikap wait and see terhadap rilis beberapa data ekonomi AS yang akan diumumkan. Hal ini diharapkan dapat mendukung penguatan mata uang garuda meskipun terbatas.

img_title Harga Minyak Tembus US$115 per Barel, Rupiah Ikut Tertekan

"Penguatan terbatas ini setelah pelaku pasar wait and see jelang rilis beberapa data ekonomi di AS. Rupiah masih berpotensi bergerak sideways (pergerakan cenderung mendatar) di tengah minimnya sentimen," ujarnya di Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.

Pihaknya memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran batas bawah Rp13.020 per dolar AS, dan batas atas di level Rp12.976 per dolar AS.

img_title Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Di samping itu, Reza juga memaparkan, laju dolar AS pekan lalu bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang dunia menyusul komentar radikal pejabat The Fed.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laju mata uang Paman Sam tersebut menguat setelah pernyataan Presiden Federal Reserve bagian Cleveland, Loretta Mester, yang mengatakan perekonomian AS sudah siap untuk kenaikan suku bunga.

"Laju USD Indeks terlihat bergerak menguat 0,33 persen sehingga menyebabkan adanya aksi jual dari berbagai mata uang dunia. Laju GBP terus bergerak melemah dan kini berada di posisi terendah dalam 31 tahun terakhir setelah langkah Inggris yang semakin komprehensif untuk keluar dari Uni Eropa," tuturnya.

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Terancam Betah di Atas Rp18.000 hingga Akhir 2026, Dolar AS Makin Perkasa

Rupiah diprediksi bertahan di atas Rp18.000 hingga akhir 2026, bahkan berpotensi menyentuh Rp18.350 per dolar AS. Ini dampaknya bagi ekonomi Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut