Induk Google Punya Cara Menjanjikan Basmi Zika dan Dengue

Ilustrasi-Nyamuk
Sumber :
  • REUTERS/Paulo Whitaker

"Ini adalah bidang yang bagus sesuai moto Anda yaitu 'dont be evil' (moto Google). Skema ini mungkin dirilis tanpa membahayakan persetujuan masyarakat yang mana selalu menjadi dasar pengendalian nyamuk," jelas biologis evolusioner dari Max Planck Intitute Jerman, Guy Reeves.

img_title Data DBD di Indonesia Bikin Kaget, Lebih dari 2 Juta Rawat Inap dalam Setahun

Misi Verily tersebut juga mendapat kredit dari petinggi Alphabet. Executive Chairman of Alphabet, Inc, Eric Schmidt berpandangan skema menggunakan bakteri Wolbachia merupakan opsi yang patut ditunggu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bisakah nyamuk yang disterilkan membantu menghentikan demam berdarah dan Zika?. Sebuah pendekatan yang menjanjikan," tulis Schmidt dalam akun Twitternya.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

Gen egois 

Sebelum sampai pada pilihan skema membasmi nyamuk dengan Wolbachia, Verily telah menimbang berbagai ide pengendalian nyamuk. 

img_title Google Pixel 11 Pro XL vs iPhone 18 Pro Max, Mana yang Lebih Layak Dibeli Akhir Tahun Ini?

Salah satunya yaitu ide yang muncul yaitu melahirkan gen yang berkendara. Dalam ide ini, peneliti dimungkinkan membangun DNA 'egois' nyamuk yang akan diturunkan ke keturunan mereka dan akhirnya meracun anak cucu nyamuk tersebut. Namun, Upon mengatakan, ide tersebut terbilang kontroversial dan masih sangat awal, sehingga butuh pembuktian dan keamanannya. 

Demi menemukan solusi membasmi nyamuk penyebar virus itu, Verily bahkan sampai melewatkan kesempatan untuk mengakuisisi Oxitec, perusahaan Inggris yang telah menguji nyamuk dengan gen yang dimodifikasi. Verily belakangan lebih memilih mengakuisisi Intrexon, perusahaan biologi sintetik AS, dengan nilai US$160 juta. 

Ilustrasi Google.

Korsel Denda Google dan Apple Rp 866 Miliar

Badan pengawas penyiaran dan telekomunikasi Korea Selatan menyatakan akan menjatuhkan denda gabungan sebesar 63,7 miliar won (Rp866 miliar) kepada Google dan Apple

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut