Warga di 10 Negara Kaya Ini Tak Percaya pada Politisinya

Milan, Italia.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Survei daya saing global yang dirilis forum ekonomi Dunia (WEF) menunjukan kesehatan dan risiko keuangan setiap negara di dunia dalam menghadapi gejolak yang terjadi. 

img_title Dikaitkan dengan Ojol Melva yang Viral, Politisi PDIP Ellen Taroreh Lapor ke Polda Metro

Salah satu indikator yang disurvei karena di dinilai mempengaruhi perekonomian suatu negara adalah seberapa besar warga di negara tersebut mempercayai politisinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari Business Insider, Kamis 13 Oktober 2016, WEF mensurvei para eksekutif  di negara-negara yang menjadi objek survei, untuk mengetahui opini dunia usaha terkait standar etika politik di negaranya masing-masing. 

img_title 372 Politisi Lakukan Korupsi Sejak 2004, KPK Minta Kaderisasi Parpol Diperbaiki

Dengan menggunakan skor 1 (terendah) sampai dengan (7) yang tertinggi. WEF mensurveieksekutif di 34 negara yang tergabung dalam Organisas Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). 

Sebab, negara-negara anggota OECD dianggap memiliki ekonomi yang relatif kaya berkembang dengan sistem yang mayoritas pemerintahannya dikelola dengan sistem demokrasi. 

img_title Eksodus Politisi Senior ke PSI Dinilai Bukti Loyalitas ke Partai Kian Kendur

Berikut 10 negara kaya yang warganya tidak mempercayai kinerja politisi: 

1. Italia

Negara ini telah memiliki 60 pemerintah yang berbeda sejak perang dunia kedua. Baru-baru ini politik di negara tersebut juga diguncang dengan penipuan pajak yang dilakukan Silvio Berlusconi pada 2013. 

2. Republik Slovakia

Korupsi di Slovakia, masih menjadi masalah besar . Skandal korupsi yang mengguncang negara tersebut pada 2011, menunjukkan bahwa politisi, pemimpin bisnis dan pejabat menerima suap secara rutin. Hal ini yang menyumbat kepercayaan masyarakat dan membuatnya mendapatkan nilai 2,2.

3. Yunani

Negara ini mendapatkan nilai 2,3. Kepercayaan akan politisi di negara ini menyusut drastis paska krisis ekonomi yang terjadi. Terlebih lagi penghematan anggaran yang dilakukan saat ini membuat masyarakat mereka menjadi menderita. 

4. Spanyol

Spanyol telah menggelar dua kali pemilihan umum dalam beberapa tahun ini. Negara yang mendapatkan nilai 2,4 ini tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi secara penuh pada tahun ini. 

5. Polandia

Kurangnya kepercayaan akan politisi di Polandia digambarkan dengan kurang konsistennya para warga pada pemilu yang digelar. Hal itu dibuktikan dari hasil survei yang mendapatkan nilai 2,4. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

6. Hongaria

Negara ini mendapatkan nilai 2,5. Kepercayaan warga di negara ini masih rendah, meskipun kebijakan Perdana Menterinya, Viktor Orban  menolak kuota migaran dari Uni Eropa didukung berbagai pihak.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut