BKPM: Jangan Bicara Insentif Sebelum Pungli Diberantas

Kepala BKPM, Thomas Lembong.
Sumber :
  • Anwar Sadat/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong merasa pemerintah sudah lebih dari cukup untuk memberikan berbagai insentif kepada para investor. Apakah itu insentif fiskal berupa perpajakan, maupun insentif lainnya.

img_title IHSG Dibuka Memerah Dibayangi Koreksi saat Bursa Asia Variatif dan Wall Street Lesu

Menurut Tom,  pemberantasan pungutan liar menjadi pekerjaan rumah penting bagi seluruh pejabat negara, dalam memberikan kepastian usaha bagi para investor. Sehingga, iklim investasi Indonesia bisa terjaga dengan kondusif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Percuma kasih insentif, tapi di saat yang sama masih banyak pungli, perizinan yang gila-gilaan,” tutur  Tom saat ditemui di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 25 Oktober 2016.

img_title Bitcoin Tembus US$87.000, Sentimen Pasar Kripto Kian Optimistis

Ia menegaskan, sampai saat ini praktik yang merugikan perekonomian secara tidak langsung itu masih terjadi. Alih-alih memberikan insentif, namun persoalan sebenarnya yang terjadi di lapangan justru tidak terselesaikan.

“Sedikit konyol kalau kita memberikan insentif menggiurkan, tetapi masih banyak yang tidak masuk akal,” katanya.

img_title Bahlil Tawari Investor Bangun Data Center di Pulau Indonesia

Maka dari itu, Tom menegaskan, deregulasi-deregulasi aturan yang selama ini menghambat akan tetap menjadi prioritas dibandingkan memberikan kemudahan kepada investor, hanya untuk mengejar pertumbuhan investasi. “Membenahi dulu, baru kita bicara soal insentif,” ujar dia.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras

Transformasi Arah Bisnis Menuju Hilirisasi Komoditas, PTPN I Undang Investor Berkolaborasi

PTPN I (Persero) bertransformasi mengarahkan kultur bisnisnya menuju pengembangan produk bernilai tambah, usai puluhan tahun bertumpu ke sektor hulu dan komoditas primer.

img_title
VIVA.co.id
25 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut