Industri Siap Terima Harga Gas Domestik, Asalkan

Ilustrasi gas bumi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Merespons hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mengkaji mekanisme hybrid dalam penetapan harga gas yang mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Jika simulasi yang dilakukan berhasil, Indonesia akan meninggalkan rezim penetapan harga gas tetap, atau fixed dalam eskalasi tahunan.

img_title Kebijakan Harga Gas Diharapkan Dukung Keberlanjutan Industri Migas Nasional

"Skenario hybrid adalah salah satu cara yang sedang dibahas bersama seluruh stakeholder, termasuk badan usaha di sektor hulu, midstream, seperti trader, agar semuanya sejalan dan efektif dalam penyalurannya, sehingga memiliki margin yang wajar," kata Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Agus, dengan mekanisme hybrid diharapkan bisa melindungi seluruh pihak, baik pembeli atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), karena ada batasan dan perhitungan yang jelas terkait hubungannya dengan fluktuasi harga minyak dunia.

img_title Emiten Produsen Gas Industri Ini Bakal Tebar Dividen 31 Persen dari Laba

"Jika langsung seperti LNG (liquefied natural gas), pada saat harga minyak di atas US$100 per barel, gasnya nanti bisa US$ 17 per MMBTU, US$ 18 per MMBTU. Dengan hybrid, ini kan jadi separuhnya hanya US$ 10 per MMBTU. Simulasi kita begitu,” tandas Agus.

Menurut Satya, yang harus dibenahi sebenarnya adalah kontrak bagi hasil atau PSC. Karena pada dasarnya tidak ada KKKS yang mau memgembangkan lapangan, jika harganya tidak sesuai dengan keekonomian. Untuk itu, harus ada jalan tengah antara KKKS dan pemerintah.

img_title Kebijakan Harga Gas Murah untuk Industri Dievaluasi Pemerintah

"Mungkin term-nya tidak bisa lagi 85:15, mungkin 60:40, atau bahkan negara bisa lebih kecil dari kontraktor 40:60, tergantung dari kesulitan lapangan," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satya mengatakan, untuk memperoleh harga gas rendah juga harus dilihat dari sisi bagi hasil. Bisa saja pendapatan negara berkurang, tetapi industri jalan karena itu gas kita ingin jadi penggerak ekonomi.

"Tetapi, harus dilihat lagi ada faktor yang tidak sederhana. Dari hilir ada toll fee ada trader yang tidak punya infrastruktur tapi bisa tentukan harga. Itu kan, juga jadi faktor," tambahnya. (asp)

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Saleh Husin

Pasokan Minim, Kadin Minta Pemerintah Buka Keran Impor Gas untuk Industri

Kadin Indonesia mendesak pemerintah membuka peluang bagi industri nasional untuk mengimpor gas bumi.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut