Iran Punya Drone Pembantai Musuh

Bendera AS-Iran
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Republik Islam Iran menunjukkan kekuatan militernya dengan memamerkan sebuah pesawat tanpa awak atau drone. Perangkat yang bisa beroperasi di darat maupun laut ini didesain untuk bisa membantai musuh-musuh yang ditargetkan.

img_title Polisi Pastikan Benda yang Nempel di Drone Hanya Replika Granat, Bukan Bahan Peledak Aktif

Menurut laman RT.com, pesawat nirawak ini disebut Garda Revolusi Iran (IRG) sebagai Suicide Drone, yang dirancang untuk bisa mengirimkan bom bunuh diri, baik di darat maupun di laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anehnya, informasi ini didapat media asing dari kantor berita Tasnim. Namun tidak lama kemudian, berita ini diturunkan oleh kantor berita tersebut, tanpa sebab

img_title Latihan Timnas Korea Selatan Dimata-matai Drone Jelang Hadapi Tuan Rumah Meksiko, Hong Myung-bo Buka Suara

"Dirancang untuk bisa beroperasi demi pertahanan dan keamanan laut Iran, drone ini juga bisa mengangkat peluru kendali, muatan ledak yang berat, untuk misi pertempuran dan melakukan aksi ledakan bunuh diri," tulis Tasnim.

Drone militer itu dikabarkan bisa terbang rendah, menghindari deteksi radar, sekitar setengah meter dari permukaan bumi. Meski bisa terbang rendah, drone ini bisa melayang di atas ketinggian 900 meter dengan kecepatan 250 kilometer per jam.

img_title Pelajaran dari Medan Tempur Ukraina, Drone Kini Dirancang untuk Bertahan Tanpa GPS

"Terbang rendah di atas laut, atau darat, dengan kecepatan yang super, pesawat ini bisa menghancurkan target dan meluluhlantakkannya, baik kapal perang maupun pusat komando di atas laut," kata kantor berita itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Iran juga pernah mengumumkan bahwa mereka berhasil mengkloning drone penyerang milik Amerika. Drone itu diberi nama Shaegheh atau petir, mengadopsi teknologi drone milik RQ-170 Sentinel buatan CIA yang pernah ditangkap Iran pada Desember 2011.

Bendera Arab Saudi.

Timur Tengah Memanas! Drone dari Irak Hantam Arab Saudi, PM Ali Al Zaidi Minta Investigasi

pemerintah Irak menyebut tengah menelaah bukti serta informasi yang disampaikan Arab Saudi terkait insiden tersebut. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentuka

img_title
VIVA.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut