Meski Sering Banjir, Properti di Kemang Tetap Menawan
- VIVAnews/Adri Irianto
VIVA.co.id – Kawasan elite Kemang di Jakarta Selatan sempat menjadi perbincangan, akibat banjir yang melanda Agustus 2016 lalu. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pun langsung memerintahkan jajarannya, untuk segera membenahi kawasan tersebut guna mengantisipasi banjir serupa tidak terulang kembali.
Sejumlah langkah pun langsung diambil oleh pihak Pemprov DKI, antara lain dengan melakukan penertiban dan pendataan sertifikat kepemilikan bangunan komersial di bantaran kali.
Selain itu, pihak Pemprov DKI Jakarta tak akan lagi mengeluarkan izin untuk bangunan, di kawasan yang seharusnya menjadi daerah resapan air tersebut. Hal ini dibarengi pula dengan perbaikan drainase (saluran air) secara rutin agar aliran air menjadi lancar dan genangan bisa dikurangi.
Upaya pembebasan Kemang dari bencana banjir, merupakan langkah Pemprov DKI untuk menjadikan wilayah yang dulunya bernama Kampung Kebon ini, kembali menjadi daerah resapan dan pemukiman yang sangat diminati.
Hal ini pun diakui oleh salah satu tokoh masyarakat sekaligus penduduk asli Kemang bernama H. Ahmadi Umar, yang menyebut bahwa kawasan ini memang telah lama dilirik oleh sedemikian banyak kalangan, karena potensi bisnis maupun faktor kenyamanan huniannya.
“Kemang sebenarnya sudah terkenal sejak abad ke-18. Ketika itu, Lurah besarta mandor-mandornya menetap di sini,” kata Ahmadi kepada wartawan, Jumat 28 Oktober 2016.
“Makanya, muncul kalimat yang menyatakan kalau ingin disegani, tinggalah di Kemang,” ujarnya menambahkan.
Minat Konsumen Tetap Tinggi
Direktur ERA Vigo, Ridwan Goh mengatakan, usai banjir beserta paket solusi yang sudah mulai dijalankan oleh pihak Pemprov DKI Jakarta, tak mempengaruhi nilai jual kawasan Kemang sebagai kawasan bisnis maupun permukiman.
Apalagi, karena hanya sebagian saja dari kawasan Kemang yang sempat digenangi banjir, maka hal itu bukanlah alasan untuk takut atau khawatir tinggal di kawasan tersebut.
“Kemang ternyata tetap menjadi primadona. Istilahnya, back to basic. Minat konsumen dan investor untuk menggarap Kemang tetap tinggi. Adanya genangan beberapa waktu, tidak mengurangi minat masyarakat,” kata Ridwan.
Ia mengakui, bahwa kawasan Kemang ini memang sangat strategis, karena berada di selatan Jakarta yang mudah diakses, dan tak jauh dari pusat kota. Apalagi, wilayah ini menyajikan kemudahan seperti kebutuhan hidup, kuliner, keperluan rumah tangga, pendidikan, hiburan, bisnis, perkantoran, hingga layanan publik.