Samsung Ingin Bawa 'Smart Things' ke Indonesia

Logo Samsung.
Sumber :
  • REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo

VIVA.co.id – Tren Internet of Things (IoT) di Indonesia akan menghasilkan sekira 29,5 miliar perangkat yang terkoneksikan pada 2020 nanti di seluruh dunia. Dari angka itu, sebanyak 8,6 miliar unit perangkat akan berasal dari Asia Pasifik kecuali Jepang.

img_title Update Harga HP Terbaru Agustus 2026, Mulai dari Samsung hingga iPhone

Perkiraan itu merupakan data terbaru dari perusahaan riset, IDC terkait IoT. Dari data itu, yang menarik, Indonesia akan menjadi negara dengan pengeluaran IoT terbesar nomor empat, setelah India dan sebelum Australia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengeluaran terbesar untuk perangkat yang terkoneksi internet di Indonesia ini merupakan celah yang cukup besar untuk digarap oleh perusahaan penyedia perangkat. Samsung merupakan salah satunya yang tertarik menggarap IoT di Indonesia, dengan menyediakan apa yang disebutnya sebagai Smart Things.

img_title Turun Harga! 3 HP Lipat Bekas Ini Worth It untuk Dibeli, Masih Bisa Dipakai Jangka Panjang

Samsung Smart Things merupakan perangkat rumah tangga yang dikembangkan oleh perusahaan asal Korea Selatan itu untuk menunjang Smart Home. Dengan paket perangkat Smart Things itu, semua perangkat akan bisa terhubung dan terkoneksikan, kemudian diatur dengan sebuah remote control.

"Starter Pack Smart Things di Amerika kami jual seharga US$250. Terdiri dari Startet Kit, Hub, Motion Sensor, Multisensor, dan Power Outlet. Mudah-mudahan tidak lama lagi kami bisa membawanya. Kami harap tahun depan," ujar Corporate Marketing Director Samsung, Jo Semidang, di Jakarta, Senin 31 Oktober 2016.

img_title Cara Memaksimalkan Layar Besar Galaxy Z Fold8 dengan Split Screen dan Multi Window

Jo mengatakan, banyak hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu untuk bisa memasukkan Smart Things ke Indonesia. Selain persoalan sertifikasi perangkat, akan ada perubahan terkait dengan standardsasi desain perangkat, dan juga masalah kapasitas produksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perangkat yang dijual di Amerika memiliki standar dan desain yang berbeda dengan Indonesia. Misalnya bentuk colokan yang berbeda desain di US dengan Indonesia. Atau lampu yang harus kami desain khusus, bekerja dengan produsen lampu. Seperti sekarang, ada buatan Osram yang sudah terkoneksi dengan Smart Thing kami. Demikian juga dengan Kapasitas produksi yang harus siap," kata Jo.

Dia yakin, suatu saat Smart Thing bisa menjadi tren di Indonesia. Dengan Smart Things App, pengguna dapat mengatur seluruh perangkat yang terkoneksi, memberikan kebebasan kepada konsumen untuk berkomunikasi dan mengatur rumah, di mana pun berada.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut