Perusahaan Tambang Belum Bayar Utang ke Negara Rp26,23 T

Ilustrasi pertambangan.
Sumber :
  • MARKO DJURICA/REUTERS

VIVA.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan ada total piutang negara yang tercatat sebesar Rp26,23 triliun di tubuh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp21,85 triliun merupakan tagihan negara yang merupakan royalti dari lima perusahaan tambang.

img_title BI Sebut Sektor Tambang Bantu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Maluku Utara

Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Mochtar Husein, mengatakan bahwa kelima perusahaan tambang tersebut adalah pemegang kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi pertama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari Rp26,23 triliun piutang, di antaranya itu ada Rp21,85 triliun merupakan tagihan negara berupa royalti dari lima perusahaan pemegang PKP2B generasi satu, periode 2008-2012," katanya dalam konferensi pers di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Senin, 31 Oktober 2016.

img_title Dorong Transformasi Digital Sektor Pertambangan, Indosat Bangun Ekosistem Berkelanjutan

Mochtar menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil audit yang telah dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Royalti sebesar Rp21 triliun tersebut diungkapkan masih ditahan oleh perusahaan bersangkutan.

Alasannya, kata Mochtar adalah karena terdapat pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang telah dibayarkan oleh perusahaan PKP2B yaitu merupakan pajak yang timbul di luar kontrak sehingga menjadi beban pemerintah.

img_title Terobosan Baru, VKTR Hadirkan EV Mining Truck untuk Industri Pertambangan Ramah Lingkungan

Dia menjelaskan, untuk PPN dan PBBKB harus dikembalikan kepada kelima perusahaan, namun masih menunggu audit dari Direktorat Jenderal Pajak.

"Jadi belum diaudit oleh instansi yang berwenang dalam hal ini Ditjen Pajak. Jadi bukan harus disetor kepada negara, karena mereka mengklaim mereka punya hak," kata dia. (ase)

Ilustrasi Masa Depan Indusrti Pertambangan di Tengah Perkembangan AI

Ditanya soal Masa Depan Industri Pertambangan, Dany Singgung Teknologi dan Data

Era digitalisasi sangat berdampak ke masa depan berbagai sektor, satu di antaranya, sektor industri pertambangan. Di mana saat ini, artificial intelligence (AI)

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut