Lapangan Kerja Sektor Formal Masih Minim

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2011, Proyek Jalan Layang Non Tol
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, banyaknya lapangan kerja informal saat ini diakibatkan minimnya lapangan kerja sektor formal.

img_title Mempersiapkan Generasi Penerus Bangsa Lewat Pendidikan, Karakter, dan Pengabdian

"Kenapa lapangan kerja informal lebih banyak tumbuh saat ini? Karena, lapangan kerja formal amat minim tercipta," kata Bambang di kantor Bappenas, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 1 November 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang mengatakan, dia tak bermaksud menganggap lapangan kerja informal itu tidak penting. Melainkan, jika ingin mengukur kelayakan para pekerja dari sisi pendapatannya, tolak ukur yang dipakai memang harus dari lapangan kerja sektor formal.

img_title Investasi Rp180 Triliun di Maluku Utara, Hilirisasi Nikel Kini Merambah Baterai hingga Truk Listrik

"Kalau mau menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, maka kita harus menciptakan lapangan kerja formal. Agar, kesejahteraan pekerjanya seperti masalah pendapatan, tunjangan, dan lainnya juga bisa terjamin," ujarnya.

Bambang menjelaskan, jika Indonesia ingin mendorong penciptaan lapangan kerja formal dengan memanfaatkan sektor investasi sebagai penyokongnya, setidaknya iklim industri manufaktur Indonesia harus bisa berperan penuh dalam Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

img_title Jelang RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Apindo Ingatkan Dampaknya ke Dunia Usaha

Karenanya, Bambang meyakini, jika sektor investasi di Indonesia bisa meningkat, lapangan kerja formal akan semakin banyak tercipta dan penyerapan akan tenaga kerjanya pun bisa semakin merata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita harus meningkatkan sektor industri manufaktur dalam PDB seperti tahun 90-an, yang pernah hampir mencapai 30 persen. Tetapi, industri manufaktur saat ini memang masih terkendala banyak faktor," kata Bambang.

"Semakin besar kontribusi investasi, maka tenaga kerja formal yang tercipta akan semakin banyak," ujarnya. (asp)

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia adalah Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara

Industrialisasi di Luar Jawa Digenjot, Pemerintah Bidik Lapangan Kerja Baru

Menteri Transmigrasi Iftitah menawarkan kerja sama riset dengan Peking University untuk mengembangkan industrialisasi di luar Jawa dan membuka lapangan kerja baru.

img_title
VIVA.co.id
13 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut