Hilirisasi Pertambangan Sulit Dilakukan, Ini Penyebabnya

Kegiatan di dalam smelter. (Ilustrasi)
Sumber :
  • Guardian

VIVA.co.id – Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bambang Gatot Ariyono mengklaim bahwa tekad pemerintah untuk melakukan hilirisasi mineral di dalam negeri masih sulit untuk dilakukan. Lantaran masih banyaknya regulasi yang dinilainya menghambat kepastian investasi dan masih minimnya kesadaran perusahaan tambang untuk melakukan hilirisasi dalam negeri.

img_title Ditanya soal Masa Depan Industri Pertambangan, Dany Singgung Teknologi dan Data

Menurut dia, hilirisasi memang merupakan salah satu mesin untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, saat ini, pengusaha tambang cenderung tidak tertarik untuk melakukan hilirisasi hasil tambang di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masalahnya tidak mudah dilakukan, karena tidak menarik, entah karena kurang insentif atau apa, kita tidak tau," kata Bambang  dalam diskusi di acara peluncuran buku biografi tokoh pertambangan, Soetaryo Sigit berjudul Membangun Pertambangan Untuk Kemakmuran Indonesia di  Jakarta, Senin 7 November 2016. 

img_title BI Sebut Sektor Tambang Bantu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Maluku Utara

Menurut dia, salah satu yang menjadi kendala adalah teknologi di pertambangan Indonesia yang masih belum semaju negara-negara lain. "Teknologi proccesing (pengolahan) yang made in Indonesia untuk pengolahan cukup besar itu tidak ada. Lalu, Produk hasil smelting itu pada akhirnya kan kita ekspor juga," kata dia. 

Di sisi lain, Ia mengakui ada beberapa hasil tambang yang diolah hingga produk akhir (hilirisasi) seperti nikel dan tembaga, di PT Krakatau Steel yang menghasilkan baja dan stainless steel. Namun, jumlah perusahaan yang memproduksi hingga produk hilir bisa dihitung jari.

img_title Dorong Transformasi Digital Sektor Pertambangan, Indosat Bangun Ekosistem Berkelanjutan

"Juga seperti Tembaga itu hanya 25 persen hilirisasinya dalam negeri, sisanya juga ekspor. Lalu, anoda slime, bauksit nikel, batubara itu semuanya ekspor," kata dia.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bambang mengaku sepakat jika hilirisasi hasil tambang di dalam negeri demi mendongkrak perekonomian. Hal itu baru akan terjadi jika perusahaan tambang diberikan kemudahan dalam perizinan dan regulasi. 

"Kalau hilirisasi itu terjadi tentu akan menjadikan kita bagus dalam perekonomian," tutur dia.

Ilustrasi Batu Bara

Genjot Penerimaan Negara dari Sektor Minerba, Pemerintah Fasilitasi Pengusaha Susun RKAB

Pemerintah mendorong kontribusi sektor minerba terhadap perekonomian melalui pendampingan pengusaha, peningkatan tata kelola, dan optimalisasi penerimaan negara.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut