Cara Batan Mandulkan Nyamuk Aedes dengan Teknik Nuklir

Proses pemandulan nyamuk Aedes aegypti
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA.co.id – Memanfaatkan teknologi nuklir, Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan) berhasil menekan populasi nyamuk Aedes aegypti, nyamuk pembawa virus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan virus zika. 

img_title Cegah DBD Tak Cukup 3M, Kebiasaan Ini Juga Tak Boleh Diabaikan

Batan menekan populasi nyamuk itu dengan membuatnya mandul karena radiasi sinar gamma. Jika nyamuk jantan mandul itu dilepas dan kawin dengan nyamuk betina, maka tidak akan terjadi pembuahan, telur yang keluar tidak ada isinya. Secara otomatis dari perkawinan tidak terjadi pembuahan, populasi pun akan tertekan dan lama-kelamaan hilang. Batan menamakan skema penurunan populasi itu dengan Teknik Serangga Mandul (TSM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peneliti Laboratorium Entomologi Batan, Ali Rahayu, mengatakan dalam satu jam dengan menggunakan alat pemisah antara pupa jantan dan betina, mereka bisa memisahkan sekitar 54 ribu pupa jantan. 

img_title DBD Sudah Ada di Indonesia Sejak 1968, Mengapa Sampai Sekarang Belum Tuntas?

Ali menjelaskan, jika kebutuhan nyamuk jantan mandul sedikit, radiasi cukup dilakukan pada nyamuk jantan secara langsung. Tapi jika kebutuhan radiasi ingin dalam jumlah banyak, sebaiknya langsung disterilkan pada pupa nyamuk jantan. 

"Kalau pupa yang disterilkan bisa ratusan ribu karena kecil juga," kata Ali. 

img_title Bertemu Prabowo, Putin Singgung Kerja Sama Energi Nuklir Rusia-Indonesia

Tim VIVA.co.id, ikut melihat proses pemisahan hingga nyamuk jantan mendapatkan radiasi. Pertama, teknisi laboratorium memisahkan antara larva dan pupa. Terdapat tiga tahapan saringan, jika yang lolos pertama itu adalah larva, di dalam kaca penyaring bagian bawah sudah dipastikan pupa jantan. 

Sementara pupa paling atas adalah pupa betina. Pemisahan ini sudah dipastikan kelaminnya karena terkait ukuran tubuh. Semakin besar ukuran pupa, jenis kelaminnya betina. 

Selanjutnya, larva disimpan kembali hingga menjadi pupa. Pupa jantan yang telah dipisahkan lalu diradiasi dalam irradiator dengan sinar gamma 70 gray. Jika ingin dikembangkan menjadi nyamuk, pupa dimasukkan dalam sangkar.

Kemudian pupa betina, tetap dikembangbiakkan menjadi nyamuk dewasa, yang dimanfaatkan Batan untuk perkembangbiakan atau ternak. Selanjutnya, nyamuk jantan steril siap dilepas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada proses pengujian, Batan melepas nyamuk jantan 50 ekor dalam satu rumah. Ali menjelaskan, nyamuk jantan sudah dipastikan tidak menggigit. Maka dari itu, Batan memandulkan pada nyamuk jantan Aedes. 

"Karena struktur belalainya beda ujungnya. Betina ujungnya jarum, yang jantan kayak kuas, jadi menghisap (betina)," jelas Ali. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut