Keberpihakan Bank pada Industri Kreatif Masih Minim

Ilustrasi Produk Kreatif Daerah
Sumber :

VIVA.co.id – Badan Ekonomi Kreatif menilai industri ekonomi kreatif Indonesia masih kurang dikenal oleh pihak perbankan nasional, sehingga kurang mendapatkan kepercayaan dalam mendapatkan guyuran dana kredit untuk meningkatkan usahanya.

img_title Kementerian Ekraf Luncurkan Tiga Inisiatif Strategis di WCCE 2026, Bidik 27,4 Juta Tenaga Kerja Kreatif

Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Sigit Pramono mengungkapkan, masih ada jurang pemisah antara industri ekonomi kreatif dengan perbankan, karena industri kreatif belum cukup dikenal bagi perbankan Indonesia, yang mengakibatkan dana kredit sulit diperoleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sudah 10 tahun berkecimpung di bidang perbankan. Jadi, saya mengetahui betul cara berpikir perbankan. Perbankan ini punya prinsip, kalau tidak memahami sektor yang mengajukan kredit, maka jangan sekali-kali memberikan kredit," ucap Sigit di hotel Pullman Jakarta pada Selasa 15 November 2016.

img_title Sinergi Industri Kreatif dan Keuangan Syariah Buka Peluang Ekonomi Baru

Menurutnya, dengan kondisi tersebut, perbankan nasional seharusnya mulai melakukan pendekatan dengan industri ekonomi kreatif dengan segala potensinya, karena dapat secara komprehensif memitigasi risiko kredit untuk industri ekonomi kreatif.

"Kalau sudah ada pemetaan yang jelas dalam perbankan menilai industri ekonomi kreatif, maka akses industri ini untuk memperoleh dana bantuan dari perbankan akan lebih mudah," ucapnya.

img_title Kreator Konten Indonesia Bidik Panggung Asia Tenggara, Industri Digital Kian Bernilai Ekonomi

Kemudian, ia mengatakan, untuk menghimpun dukungan dari semua perbankan yang ada di dalam negeri, diperlukan dukungan terlebih dahulu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk memberikan kebijakan kemudahan bagi pelaku industri ekonomi kreatif melakukan pinjaman dana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"OJK dan BI harus memberikan kebijakan untuk ekonomi kreatif mendapat perhitungan khusus karena ini sudah sektor unggulan pemerintah kok. Kalau dikatakan tidak prospektif, tidak ada satu pun perbankan yang akan memberikan kredit," ujarnya.

Ia sebutkan, sementara ini perbankan dalam memberikan kredit memperhitungkan tiga hal, yaitu ketepatan waktu pembayaran kredit, laporan keuangan, dan sektor peminjam prospektif. Ketiga indikator ini menjadi penentu yang saling berkaitan untuk keberlangsungan pemberian kredit oleh bank. (asp)

UKM/UMKM go digital.

Ekonomi Digital Ubah Cara UMKM Cari Pembeli, Reputasi Online Kini Jadi Penentu Penjualan

Ekonomi digital mengubah persaingan UMKM. Ulasan konsumen, reputasi online, dan konten media sosial kini berperan dalam meningkatkan kepercayaan dan penjualan.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut