Gaji Tidak Cukup, Ini 7 Peluang Usaha Tanpa Modal
- U-Report
2. Mengajar les pribadi
Kamu pintar dalam matematika, bahasa Inggris, menggambar, atau memainkan alat musik? Kalau iya, manfaatkan keahlian kamu itu untuk mengajar les pribadi menjadi guru matematika, bahasa Inggris, musik, atau menggambar.
Dengan menjadi guru pribadi, kamu tidak perlu pusing memikirkan sewa tempat dan biaya lainnya, seperti papan tulis, kursi, meja, listrik, karena biasanya kamu disuruh datang ke tempat, atau rumah murid kamu tersebut.
3. Menyanyi atau bermain musik
Kamu memiliki keahlian menyanyi, atau main musik? Selain bisa menjadi guru musik, kamu juga bisa menjadi penyanyi di kafe, di acara pernikahan, acara kantor, atau acara-acara lainnya. Selain menyalurkan hobi menyanyi, dengan modal suara merdu, kamu juga sekaligus mendapakan lembaran rupiah. Enak, bukan?
Begitu juga, jika kamu jago menggunakan alat musik tertentu, misalnya piano, gitar, bas, kamu bisa menjadi guru les musik, atau ikut band, yang biasanya juga diundang dalam acara-acara hiburan.
4. Dropshipper
Kalau sebelumnya kamu sangat ingin berdagang secara online, tetapi tidak punya modal sama sekali untuk membeli produk yang akan dijual kembali, kamu bisa kok mencoba menjadi dropshipper.
Dengan menjadi dropshipper, kamu tidak perlu membeli produk untuk dijual kembali, karena supplier-lah yang akan mengirimkan barang tersebut ke pembeli dengan menggunakan nama kamu.Â
Selanjutnya, kamu hanya tinggal mengecek, apakah stok barang di supplier tersebut masih tersedia, atau sudah habis. Mudah, bukan?
5. Penyewaan buku
Jika kamu memiliki banyak koleksi buku bacaan, seperti komik, majalah, novel hingga buku, kenapa tidak kamu sewakan saja? Lumayan loh. Daripada dibiarkan di lemari buku, atau gudang, kan lebih bermanfaat kalau disewakan.
Selain kamu mendapat uang juga memberi ilmu atau hiburan untuk orang lain. Bisnis penyewaan buku ini lumayan menguntungkan soalnya harga buku yang makin mahal, sehingga beberapa orang memilih untuk menyewa dibanding beli baru.
Apalagi kebiasaan kebanyakan orang Indonesia, setelah membaca sekali akan diletakkan begitu saja alias tak dibaca lagi. Tetapi, hati-hati ya menjalan bisnis ini, kamu harus menerapkan aturan yang ketat, meminta identitas jelas dan memberi sanksi bagi yang telat dan tak mengembalikan untuk memastikan bahwa bukumu kembali tanpa rusak dan tidak hilang.