Muatan Kapal Meningkat, Subsidi Tol Laut Hemat Rp30 Miliar

Kapal Peti Kemas
Sumber :
  • VIVAnews/Adri Irianto

VIVA.co.id – Direktur Lalu Lintas Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Bay M. Hasani mengatakan, dalam program Tol Laut di tahun ini, terdapat peningkatan pertumbuhan muatan kapal yang menghasilkan sejumlah efisiensi.

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

Hal itu menyebabkan, anggaran subsidi untuk program Tol Laut 2016 sebesar Rp218,99 miliar, diprediksi hanya akan terserap sekitar Rp200 miliar saja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semakin tinggi load factor-nya, maka akan semakin kecil subsidinya. Maka dari itu, diharapkan akan ada penghematan (anggaran)," kata Bay di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis 17 November 2016.

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

Bay memprediksi bahwa penghematan anggaran subsidi bagi program Tol Laut itu, akan mencapai jumlah Rp20 miliar sampai Rp30 miliar.

Namun, karena tujuan utama program Tol Laut adalah menekan disparitas harga di daerah-daerah, maka Bay memastikan subsidi bagi setiap muatan logistik itu akan tetap diberikan.

img_title Kemenhub Mulai Serahkan Pemenuhan Hak Para Korban KMP Virgo Transport 8 ke Ahli Waris

Hal itu dinilai sebagai insentif dari pihak pemerintah, agar jumlah muatan dan jenis distribusi barang makin meningkat lagi ke depannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Justru ini muatan mulai meningkat karena disubsidi. Kalau enggak, ya pasti berkurang lagi. Karena, tujuan utamanya kan memang mengurangi disparitas harga," kata Bay.

"Barang-barang itu kan banyaknya dari Jawa, kalau sudah dikirim ke sana dan harga jualnya enggak jauh beda, berarti ya memang harus disubsidi muatannya itu," ujarnya. (asp)

Ilustrasi penggunaan dry ice untuk urai asap karhutla

48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Kabut asap karhutla mengganggu 2.458 penerbangan hingga 17 Oktober 2026. Simak daftar bandara terdampak di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut