KPK Soroti 'Permainan' BUMN Konstruksi dan Kementerian PUPR

Kementerian PUPR
Sumber :
  • Fikri Halim / VIVA.co.id

VIVA.co.id – Komisaris di perusahaan Badan Usaha Milik Negara bidang kontruksi di Indonesia banyak dikeluhkan lembaga internasional, salah satunya Bank Dunia. Sebab, banyak komisaris perusahaan BUMN di bidang konstruksi dihuni oleh pejabat-pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

img_title Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik Data Center 25 GW pada 2034, PLN Perkuat Infrastruktur

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo, mengatakan lembaga-lembaga internasional itu kecewa,
karena kerap kali posisi komisaris tersebut memiliki konflik kepentingan saat perusahaannya mengikuti lelang di Kementerian PUPR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Waktu di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah) saya dapat keluhan dari banyak lembaga internasional terutama Bank Dunia, kita angkat komisaris BUMN kontruksi. Kemudian dia ikut lelang di Kementerian Pekerjaan Umum. Itu jelas menyalahi prinsip rasionalitas maupun logika conflict of interest," kata Agus di Jakarta, Kamis 17 November 2016. 

img_title Era Bank Digital, Infrastruktur Internet Tak Bisa Lagi Kaku

Agus menyatakan, dalam peraturan pelayanan publik jelas disebutkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang merangkap jabatan. Apalagi harus rangkap jabatan sebagai komisaris di perusahaan BUMN. 

Untuk itu, Agus meminta pemerintah pusat segera membenahi regulasinya dan menjamin kesehatan dalam persaingan usaha tersebut.  

img_title SIG Dorong Penggunaan Bahan Bangunan Rendah Emisi Akselerasi Konstruksi Berkelanjutan

"Mudah-mudahan jadi perhatian ini. harus kita selesaikan reformasi birokrasinya," kata mantan Kepala LKPP itu.

(ren)

Bank Jakarta dan PT SMI kucurkan dana untuk pembangunan infrastruktur Jakarta

Bank Jakarta dan PT SMI Suntikan Dana Rp2,11 Triliun, Siap Kebut 7 Proyek Vital DKI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat angin segar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di ibu kota melalui suntikan dana dari Bank Jakarta dan PT SMI.

img_title
VIVA.co.id
26 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut