Cuma Pakai KTP, Buka Rekening di Bursa Efek Hanya Satu Jam

Bursa Efek indonesia
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin

VIVA.co.id – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dalam pelayanan jasa pasar modal.

Papan Bursa Kusus Emiten Teknologi Diluncurkan Desember 2022, Intip Uji Coba BEI

Kerja sama tersebut dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah proses pembukaan rekening investasi di pasar modal.

Direktur Utama KSEI Friderica Widya?sari Dewi menyatakan perjanjian kerja sama Ditjen Dukcapil dengan 100 pelaku industri pasar modal ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kemendagri dan OJK yang telah ditandatangani pada Februari 2014.

Demo Tolak Pemekaran Ricuh, Sejumlah Mahasiswa Papua Ditangkap

Dengan payung MoU tersebut, institusi dan lembaga yang bernaung di bawah OJK dapat melakukan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil untuk memanfaatkan data kependudukan.

Dengan kerja sama ini, kata Frederica, pelaku industri pasar modal dapat memanfaatkan data kependudukan untuk mempercepat proses pembukaan rekening efek yang sebelumnya bisa mencapai dua minggu sekarang menjadi kurang dari satu jam. 

Daerah Diminta Percepat Bentuk Perda Retribusi Persetujuan Bangunan

"Pemanfaatan basis data e-KTP dapat meningkatkan kualitas data nasabah untuk proses KYC yang lebih baik, karena pengecekan data nasabah langsung ke database KTP elektronik, jadi bisa diketahui kebenaran identitasnya," ujarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, 22 November 2016.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambut baik inisiatif kerja sama yang dijalankan ini. Tjahjo mengharapkan, agar kerja sama Ditjen Dukcapil dengan pelaku di industri pasar modal ini dapat memberikan manfaat yang maksimal untuk perkembangan pasar modal. 

"Pemanfaatan data kependudukan KTP elektronik secara luas ini juga sesuai dengan harapan Kemendagri, dan diharapkan ke depannya bertambah lagi lembaga dan instituasi yang menjalin kerjasama dengan Ditjen Dukcapil," tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua DK OJK Muliaman D Hadad menyampaikan apresiasi kepada KSEI dan SRO pasar modal atas inisiatif yang telah dilakukan untuk memfasilitasi terlaksananya kerja sama para pelaku di industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil. Banyak hal terus diupayakan OJK untuk program peningkatan literasi dan Inklusi keuangan, khususnya di pasar modal.

"Inisiatif ini sejalan dan sangat mendukung kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia," kata Muliaman.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar modal OJK, Nurhaida menambahkan, bahwa dari sisi sosialisasi dan edukasi, berbagai program telah dilaksanakan baik oleh OJK, SRO maupun para pelaku untuk mengajak masyarakat berinvestasi di pasar modal.

Hanya saja proses pembukaan rekening investasi memakan waktu cukup lama dan dirasa tidak mudah oleh masyarakat terutama di kota-kota dan wilayah di luar Jawa.
    
 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya