OJK Kumpulkan Regulator Asuransi Se-ASEAN

Opening Ceremony ASEAN Insurance Regulator Meeting.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Romys Binekasri

VIVA.co.id – Indonesia kali ini menjadi tuan rumah pada pertemuan ASEAN Insurance Regulator Meeting yang digelar Otoritas Jasa Keuangan pada 21-25 November 2016 di Yogyakarta. Acara ini pertemuan para regulator pengawas industri asuransi di ASEAN untuk saling bertukar pikiran dan informasi.

img_title Mengukur Kesiapan Industri Asuransi Menghadapi Dinamika Ekonomi 2026

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, industri asuransi di ASEAN memiliki peranan penting dalam perkembangan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan kondisi tersebut regulator dan pelaku usaha harus bisa membangun integrasi industri asuransi di ASEAN untuk bersama-sama memajukan pertumbuhan ekonomi di kawasan," kata dia di Hotel Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu, 23 November 2016.

img_title Pendapatan 2024 Tembus Rp2,3 Triliun, Tokio Marine Indonesia Pede Genjot Kinerja Bisnis

Muliaman menyampaikan, pertumbuhan asuransi pada 2015 secara global cenderung melambat dibanding 2014. Industri asuransi jiwa secara global tumbuh 3,3 persen atau lebih rendah dari 2014 yang sebesar 4,7 persen. Sedangkan industri asuransi umum alami pertumbuhan 2,5 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 2,8 persen.

"Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan jumlah pelaku usaha industri asuransi di ASEAN pada 2015 dengan total 509 perusahaan asuransi, naik dari 2014 yang sebanyak 483 perusahaan," tuturnya.

img_title Asuransi Jasindo Syariah Catat Pertumbuhan 20 Persen hingga November 2024

Data 2015, dari sisi bisnis industri asuransi di ASEAN, asuransi umum masih memegang proporsi paling besar yaitu 63 persen diikuti asuransi jiwa 22 persen, profesional reinsurers sembilan persen, composite Insurance lima persen, dan BUMN satu persen.

Dari sisi aset, total aset asuransi ASEAN mencapai US$388 miliar dengan kontribusi asuransi jiwa memegang 83 persen dari total aset tersebut atau mencapai US$322 miliar. Sedangkan industri asuransi umum memiliki total aset US$66,1 miliar atau 17 persen dari total aset. 
 

ilustrasi asuransi.

Indonesia Re Lampaui Target Semester I 2026, Hasil Underwriting Bersih Melonjak Meski Klaim Kesehatan Naik

Indonesia Re mencatat kinerja positif pada Semester I 2026. Hasil underwriting bersih mencapai 123% dari target RKAP di tengah tekanan klaim kesehatan.

img_title
VIVA.co.id
24 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut