Mantan Bos Pertamina Ungkap Sebab Harga Gas Malaysia Murah

Mantan Direktur Utama Pertamina, Ari Soemarno.
Sumber :
  • Antara/Salis Akbar

VIVA.co.id – Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Ari Soemarno, mengungkapkan mengapa harga gas di Malaysia lebih murah daripada di Indonesia. Dia mengatakan bahwa selama ini tidak ada anggaran yang signifikan dari pemerintah untuk membangun infrastruktur migas menyebabkan harga gas menjadi mahal.

img_title Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru

Apalagi Pertamina sebagai badan usaha milik negara diwajibkan menyetor semua pendapatannya kepada negara, sehingga Pertamina tidak bisa mengembangkan usahanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dulu Pertamina boleh nahan 40 persen pendapatan dari migas untuk mengembangkan dirinya,  tapi setelah krisis Pertamina tahun 1976, 100 persen ditarik (pemerintah). Pertamina enggak ada apa-apa lagi," kata Ari di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa 29 November 2016.
 
Setelah uang itu ditarik pemerintah, ia bercerita, tak ada pengucuran anggaran yang signifikan untuk pembangunan infrastruktur migas, yang pada waktu itu dibutuhkan. Inilah menurutnya yang membuat harga gas untuk industri mahal, dan Indonesia kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia.

img_title Dukung Ekosistem Biodiesel Indonesia, Pertamina Tekankan Pentingnya Peran Logistik Maritim

Dia mengungkapkan di Malaysia infrastruktur migas dibangun oleh Petronas, karena pendapatan migas semuanya masuk Petronas. Petronas cuma perlu bayar dividen dan pajak korporasi kepada negara.

"Tapi Petronas disuruh bangun infrastruktur dan ini dilakukan petronas. Makanya, biaya distribusi gas di malaysia sangat murah," kata Ari yang juga Kakak kandung dari Menteri BUMN, Rini Soemarno itu.
 
Menurut dia, Indonesia perlu mencontoh hubungan Pemerintah Malaysia dan Petronas yang tidak melakukan perhitungan-perhitungan secara komersial. Faktor komersialitas inilah yang menjadi kendala Indonesia kalah bersaing dengan negara lain, misalnya seperti harga gas.

img_title Perkuat Kemitraan Strategis di Forum KCCUS Korea, Pertamina Hulu Energi Dorong Asri Basin Sebagai Hub Penyimpanan Karbon

"Makanya perlu perubahan pola pikir, butuh perubahan mindset. Saya sampaikan juga terkait harga gas itu harus perubahan mindset. Sekarang pendapatan migas itu harus untuk perkembangan negara, perkembangan industri migas sendiri. Bukan untuk APBN," ujar dia.

(ren)

Ilustrasi BBM

Daftar Harga BBM Terbaru 1 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo dan BP

Harga BBM 1 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo dan BP masih relatif stabil. Simak daftar harga Pertamax, Pertamax Turbo, Revvo, BP Ultimate hingga BBM diesel.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut