K-Popers Indonesia Mendunia

Penggemar K-Pop Indonesia yang sukses.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA.co.id – Demam musik Korea atau yang biasa disebut dengan K-Pop di Indonesia membuat para K-Popers, sebutan untuk para penggemarnya, terus bermunculan. Eksistensi mereka pun tak pernah diragukan lagi. Loyalitas seolah tak ada batas. Dari album, merchandise, hingga tiket konser ludes terjual tanpa sisa, padahal harganya bisa dibilang bukan harga jajan anak sekolahan.

Belum lagi kecintaan mereka yang sangat besar untuk sang idola. Meski nun jauh di negeri ginseng, solidaritas para K-Popers patut dapat pengakuan. Dukungan mengalir, mulai dari sekadar cuitan di dunia maya hingga urungan dana untuk beri perhatian, jalinan di antara penggemar internasional pun tak bisa diabaikan.

Tak sedikit orang yang memandang fans Korea dengan sebelah mata. K-Popers dianggap 'alay' dan berlebihan. Ekspresi cinta untuk para idola dinilai terlalu esktrem, K-Popers pun dianggap sering obsesif, posesif, dan bahkan delusif.

Akan tetapi, bagi beberapa K-Popers berikut ini, Korea dan para artisnya adalah sumber inspirasi dalam berkarya. Bukan hanya ingin mengumbar obsesi, tapi juga mewujudkan mimpi. Siapa saja mereka?

Sasyachi, Beauty Blogger

Nama Sasyachi di antara para pencinta make-up Korea di Indonesia pasti sudah tak asing lagi. Wanita yang dikenal lewat hellosasyachi.com ini memulai kariernya sebagai blogger pada tahun 2013 silam. Kepada VIVA.co.id, Sasya, begitu sapaannya, berbagi kisah awal mula terjun di dunia blogging.

"Kalau untuk jadi blogger sendiri aku rasa lebih kecemplung. Kecemplung buat nulis dan karena hobi foto dan make-up dari kecil," kata Sasya.

Awalnya, Sasya memiliki online shop yang khusus menjual kosmetik Korea. Ia juga suka membaca ulasan produk dari para blogger luar negeri. Saat itulah, Sasya berpikir bagaimana caranya supaya orang tahu ada online shop miliknya yang menjual kosmetik dengan harga lebih murah.

Ide membuat ulasan atas produk yang ia jual pun akhirnya terlintas. Tak tanggung-tanggung, tulisan wanita cantik ini mendapat respons yang sangat positif. Bukan hanya penjualannya yang meningkat, tapi ia pun jadi lebih serius untuk mengisi konten blognya mulai dari ulasan sampai tutorial.

Ketenaran Sasya sebagai blogger kecantikan ala Korea memang tak pernah diragukan. Lewat blog dan akun media sosialnya, Sasya kerap kali tampil cantik bak artis Korea. Tak jarang ia juga memberi tutorial make-up ala artis-artis cantik Korea, seperti para anggota SNSD.

Sasya memang mengaku sangat menyukai Taeyeon dan kawan-kawannya itu. Dari sejak duduk di bangku SMP, wanita 28 tahun tersebut sudah berkiblat pada Korea untuk urusan kecantikan hingga fesyennya. Namun untuk K-Popnya, ia baru mengikuti sejak tahun 2007. Selain SNSD, Sasya juga suka dengan penyanyi solo pria Jay Park.

Keuletan dan kegigihan para artis Korea ini hingga bisa terkenal di berbagai belahan dunia jadi insipirasi sendiri buat Sasya.

"Bisa dibilang K-Pop atau Korea sangat menginspirasi aku seperti sekarang ini," kata ibu satu anak ini.

Namun, tak hanya itu, jadi blogger terkenal seperti sekarang buat Sasya tak lepas dari pengaruh seorang make-up artist dari Korea yang sangat populer, Pony (Hye Min Park).

Bagi Sasya, Pony yang sebelumnya hanya mengandalkan paras cantiknya, namun kemudian berubah haluan menjadi blogger, benar-benar menjadi inspiratornya. "Sekarang dia menjadi make-up artist di Korea dan punya make-up line sendiri. Salutnya dia bisa semua, penulis, make-up artist, graphic designer, dan business woman!" katanya menambahkan.

Tak sia-sia, keseriusan Sasya menekuni passion-nya membawa si cantik ini pada banyak prestasi yang gemilang dan membanggakan. Lulusan Universitas Al-Azhar Indonesia jurusan advertising ini dinobatkan sebagai Top Beauty Influence Asia yang digelar di Singapura pada 2015 lalu. Ia bahkan menghadiri penghargaan tersebut bersama Tiffany, salah satu personel grilband Korea SNSD.

Prestasi gemilang lainnya juga pernah ditorehkan wanita berbakat ini. Sasya  masuk dalam 20 Women of the Year dan 5 Beauty Blogger Favourite Indonesia versi Wolipop.com, juga Beauty Influencer Favourite dari Beauty Voyage. Tak hanya di dalam negeri, kemampuan dan ketenaran Sasya juga sampai di negeri sejuta boyband. Ia digandeng untuk bekerjasama dengan sebuah klnik operasi plastik terkenal di Korea dan juga dengan brand kecantikan Korea, Laneige, yang ada di Indonesia. "Aku diajak pergi ke Korea buat launching produk di sana," katanya lagi.

Saat ini, selain sibuk menjadi seorang blogger, Sasya adalah CEO dan juga founder untuk media online wanita Indonesia, facetofeet.com. Di situsnya itu, ia ingin berbagi informasi soal berbagai hal di dunia fesyen dan kecantikan kepada para wanita di luar sana yang masih kurang yakin sama penampilannya.

"Blog aku memang cukup membantu tapi karena blog aku lebih ke Korean style dan tidak semuanya orang suka, makanya aku buat media yang lebih universal semua orang bisa baca dan bisa suka," Sasya menerangkan.

Menjadi sesukses sekarang bukan tanpa rintangan. Namun Sasya mengaku selalu senang menjalaninya sehingga tak ada rasa frustasi yang mengekangnya.

"Mungkin kalau dilihat blogger A enak ya jalan-jalan terus, di-endorsed terus sama brand abc, tapi mereka enggak tahu kalau di balik itu semua kita di-push buat kerja, buat nulis yang banyak, deadline. Tapi selama jalaninnya happy sih aku rasa semua akan baik-baik saja," ujar Sasya.

Baginya, berkarya tak perlu harus menunggu inspirasi. Yang dibutuhkan untuk sukses adalah disiplin pada diri sendiri.

"Padahal misalnya kalau kita suka nulis, kita disiplin dan menjadikan kegiatan menulis sebagai kebiasaan ya pasti akan menjadi karya yang bagus. Sebenarnya yang penting kita harus disiplin dan punya target," katanya mengakhiri.

Irawan Phie, Illustrator

Pemilik nama asli Irawan Pietrajaya ini lebih dikenal dengan panggilan Irawan Phie. Ia adalah anak muda Indonesia yang sukses memasarkan karyanya hingga mancanegara. Irawan Phie dikenal sebagai ilustrator lepas dan juga founder brand Oh! Hardpop.

Bagi pencinta Korea, Oh! Hardpop bukan lagi brand yang asing. Ilustrasi berbagai artis Korea yang keren ada di sana. Bukan hanya diperjualbelikan di dalam Indonesia saja, karya Irawan laris manis ke berbagai negara, bahkan tak jarang muncul di event besar K-Pop internasional.

Pop, realistic, dan fashion-inspired merupakan ciri khas karya Irawan yang banyak terlihat. Pria yang mendeskripsikan dirinya sebagai sosok yang moody, perfectionist, dan dreamer ini juga punya prestasi besar lainnya. Karya ilustrasi Irawan pernah dipublikasikan di berbagai majalah fesyen dalam maupun luar, seperti ELLE, Marie Claire, Cosmopolitan, Hair Ideas, Harper's Bazaar, CLARA, Femina, dan Nylon.

Pria kelahiran Makassar, 14 Mei 1988 ini sejak kecil memang sangat menyukai dunia seni, terutama menggambar. Bukan tanpa halangan, karena di tahun 2010, awal berkecimpung di dunia karier, Irawan harus bekerja keras mempromosikan dirinya sendiri dan karya-karyanya.

"Aku mengirim karya ke berbagai majalah dan membuka kontak. Sangat banyak tantangan yang harus dihadapi seorang ilustrator. Ini adalah industri yang kompetitif dan pendapatannya tidak tentu. Semuanya tergantung berapa banyak pekerjaan yang kamu dapat dalam sebulan. Tak jarang aku harus bersusah payah membayar tagihanku dan harus menabung karena aku hidup mandiri di Jakarta," kenang Irawan kepada VIVA.co.id.

Kerja keras Irawan kini berbuah manis. Karyanya sangat disukai, terutama di kalangan K-Popers. Ia mengaku banyak mendapat inspirasi dari banyak hal, seperti majalah-majalah fesyen, pakaian yang indah, para wanita yang percaya diri, film, musik, dan juga dari para artis Korea itu sendiri.

 

???? #wiwt

A photo posted by Irawan Phie (@irawanphie) on

Penggemar BIGBANG ini mengaku mengagumi mereka yang tidak pernah berhenti menggapai impian. Mereka, para artis Korea, menurutnya banyak memulai semuanya dari nol dan melewati banyak hal demi mencapai tujuan hidup masing-masing, namun tak pernah berhenti di satu titik saja. Mereka terus bekerja untuk hal-hal lain selanjutnya.

"Aku sangat mengagumi mereka karena itu. Aku menyukai mereka yang punya passion yang nyata, untuk mereka dan hidup ini secara umumnya. Aku melihat antusiasme seperti itu sangat menular," katanya.

Irawan Phie mulai membuat karya-karya yang berbau Korea sejak tahun 2011. Dari sekian banyak karyanya yang dipasarkan, Irawan memang lebih sering membuat ilustrasi para artis dari YG Entertainment, seperti BIGBANG dan 2NE1. Ia bahkan pernah mendapat tanda 'love' di Instagram oleh artis YG tersebut.

K-Pop, menurut ilustrator yang juga mengidolakan Arifin Putra ini, sebenarnya sama dengan musik pop lainnya, namun, menjadi bagian dari K-Popers baginya dinilai sangat menyenangkan. Ia bisa belajar bahasa yang baru dan bertemu dengan para K-Popers lainnya. Jika dibilang mereka adalah fans yang terlalu fanatik, menurut Irawan, sebenarnya tak hanya K-Popers, tapi fans dari banyak artis lainnya pun berlaku serupa.

Terniat, Gadis di Bekasi Ini Pasang Billboard Demi Dilirik Oppa Korea

Lewat K-Pop dan Korea, Irawan merasa menemukan inspirasi yang membuatnya semakin bergairah. Karena itu baginya, bersemangat tentang apa yang kita suka dan berpegang teguh pada idealisme sendiri jadi salah satu kunci sukses dalam berkarya.

"Memang rasanya lebih mudah menirukan apa yang orang lain buat karena itu akan membawa kalian pada apa yang kalian inginkan," kata dia. Namun itu tidak menciptakan apapun yang berbeda. Jika ingin terlihat menonjol, ia menyarankan, jadilah sesuatu yang unik. Percaya diri dengan  apa yang kalian kerjakan dan lakukan dengan baik.

Pengguna Ava Korea Dibilang Bodoh, K-Popers Indonesia Pamer Prestasi

Anandia Putri, Designer

Desainer muda nan cantik satu ini cukup populer di kalangan pencinta fesyen ala Asia Timur. Namanya Anandia Marina Putri Harahap atau akrab disapa Anandia Putri. Desainer kelahiran Jakarta, 30 Oktober 1987 tersebut adalah pendiri sekaligus creative director dari brand fesyen I Know You Know (IKYK). Berdiri sejak tahun 2011, IKYK adalah brand pakaian wanita dengan detail yang spesial dan gaya yang sopan.

Bahaya RKUHP untuk K-Popers

Nama Anandia Putri di dunia fesyen Tanah Air memang kian hari kian melambung. Sukses mengembangkan IKYK, Anandia baru saja memenangkan Australia-Indonesia Centre Young Indonesia Fashion Designer Awards yang juga akan menampilkan koleksi AW17 di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival tahun depan. Mereka juga tampil di Jakarta Fashion Week beberapa waktu lalu dan tak hanya itu, Bulan Oktober lalu, Anandia dan IKYK debut show koleksi SS17 di acara Seoul Fashion Kode, Seoul, Korea Selatan.

Mendapat kesempatan tampil di Seoul adalah mimpi yang jadi kenyataan untuk Anandia. IKYK sejak awal memang mengarah ke gaya Asia, khususnya Jepang dan Korea. Anandia yang mengaku sebagai K-Poper itu pun bangga karena IKYK bisa mendapat sambutan positif di Korea dan dunia internasional pada umumnya. Mereka mendapat pujian dari sejumlah media fesyen besar, seperti Nylon Korea, Grazia Korea, Single Magazine, dan lain sebagainya.

Wanita yang sangat menyukai G-Dragon dari BIGBANG ini tak menampik jika sejak awal, Korea jadi salah satu inspirasi karyanya. Setiap sudut kota Seoul, Daegu, dan juga Osaka serta Tokyo sampai ke artisnya, seperti G-Dragon menjadi sumber inspirasi Anandia menelurkan koleksi-koleksi terbaiknya.

"Saya sejak awal jatuh cinta dengan G-dragon dan dia lekat sekali dengan fashion dunia. G-Dragon sebagai salah satu icon fashion banyak memberikan inspirasi bagi saya maupun para penggemarnya yang lain. Selain karyanya, dia juga, keseharian fashionnya dan tastenya ya seperti itu," tutur Anandia kepada VIVA.co.id.

Menurutnya, fenomena demam Korea yang terjadi di berbagai belahan dunia baik dalam bidang fesyen, musik, lifestyle, dan lain sebagainya memengaruhi karier Anandia dan IKYK. Keterbukaan gaya Korea di mata dunia pun membuat IKYK bisa diterima banyak pihak dan ia sangat mensyukurinya.

Kesuksesan yang diraih Anandia bukan semudah membalikkan telapak tangan. Mantan karyawati di sebuah perusahaan advertising di Jakarta ini mengaku banyak tantangan untuk menggeluti bisnisnya sendiri. Setelah memutuskan untuk keluar dari rutinitas kantorannya, Anandia pernah merasa hampir menyerah.

Anandia Putri

"Awal-awal pasti ada masa-masa di mana banyak kendala seperti support SDM yang kurang, financial yang belum stabil, dan lain-lain. Namun semua harus dijalani karena saya sudah komit dengan jalan yang saya pilih," katanya.

Melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan memang diakui pencinta jalan-jalan ini adalah hal yang paling sulit. Namun, ia tak bisa mundur dan harus bangkit demi apa yang sudah ia cita-citakan.

Sebagai penggila BIGBANG dan hiburan Korea, Anandia berbagi tips untuk para K-Popers lainnya.

"Sebisa mungkin harus ada manfaat yang bisa didapat dari fangirling (aktivitas fans mengikuti idolanya). Apapun itu dengan siapapun itu. Kalau sudah mengidolakan sesuatu harus ada manfaatnya, apapun," tegas desainer yang ingin segera menikah dan mengurus anak tersebut mengakhiri kisahnya.

Afrizal Juansyah, Founder of Daebak Fan Cafe

Anak muda ini adalah salah satu pendiri Daebak Fan Cafe, kafe berbasis fans atau komunitas Korea pertama di Indonesia. Bagi para pencinta K-Pop di Jakarta dan sekitarnya, Daebak Fan Cafe adalah kafe wajib yang harus dikunjungi.

Dibuka pertama kali pada Februari 2013 di Jalan Margonda Raya, Depok, popularitas Daebak Fan Cafe melejit dengan cepat di kalangan K-Popers. Menu yang disajikan adalah makanan khas Korea Selatan dengan harga yang relatif terjangkau untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Desain ruangan, nuansa, hingga nama menunya dibuat ala Korea yang membuat para pencinta K-Pop betah berlama-lama.

Founder of Daebak Fan Cafe Afrizal Juansyah

Daebak Fan Cafe didirikan empat orang lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, salah satunya Afrizal Juansyah yang akrab disapa Juan. Pria kelahiran 22 April 1992 ini bersama tiga kawan lainnya dahulu bercita-cita mendirikan sebuah restoran Korea yang berbeda dari biasanya. Menjadi fans K-Pop membuat Juan dan lainnya tertantang mengawinkan passion dan cita-cita.

Kepada VIVA.co.id, Juan mengisahkan perjalanannya membangun Daebak dari awal hingga saat ini.

"Dulu sih di awal enggak ada benchmark, enggak ada kompetitor. Kita benar-benar gali ide sendiri, survei pasar, sebar kuesioner nanya K-Popers kalau ada restoran Korea baru pengennya kayak apa," kenang Juan melalui sambungan telepon.

Ia pun senang karena animo K-Popers saat itu langsung tinggi. Saat ini, ia pun harus menghadapi tantangan yang lebih besar, yaitu bersaing dengan retoran Korea lain yang bisa jadi pilihan variatif bagi para konsumennya. Daebak pun sempat membuka gerai kedua di Kemang namun kini harus pindah ke Kelapa Gading.

"Target awal sebenarnya pelajar dan mahasiswa. Kita sempat enggak konsisten pengen ngelebarin pasar ke keluarga dan umum dan itulah yang kita buka di Kemang. Ternyata enggak seramai dulu karena inconsistent itu. Sekarang kita kembali pada konsep awal, K-Popers community based," tambahnya.

Pria pengagum SNSD dan 2PM ini mengaku memang sejak awal ingin memanfaatkan kecintaannya di dunia Korea untuk jadi ladang bisnis. Ia berpikir bagaimana caranya menggabungkan passion dengan enterpreneurship yang kini ia sebut dengan kpopreneur.

"Kayak ada yang di bidang kuliner atau merchandise, K-Pop tuh jadi opportunity. Pertama, gimana caranya sesuatu bukan cuma sekadar ide, tapi harus diwujudkan menjadi kreasi, kedua, membangun semua elemennya dari awal, ketiga, berpikir gimana caranya startupnya bisa berjalan sendiri. Yang penting kuncinya K-Popreneur itu harus selalu passionate, innovative, dan consistent," terangnya.

Menjalani sebuah restoran baru di usianya yang terbilang muda memberinya banyak pelajaran berharga. Bagi pria yang sudah menikah dengan rekan sesama pendiri Daebak ini, startup dianalogikannya mirip seperti mendorong batu besar ke atas bukit.

"Susah banget. Energi pendorong paling kuatnya itu passion, penjaga biar batunya enggak jatuh lagi itu inovasi. Biar batunya kedorong sampai puncak bukan ke mana-mana itu konsistensi," tambah Juan.

Baginya, K-Popers adalah basis penggemar dengan energi yang kuat dan loyal. Karena itu, ia ingin memberi inspirasi pada banyak anak muda dan penggemar lainnya bahwa semangat para K-Popers juga bisa jadi produktif melalui K-Popreneur.

"Bagaimana caranya passion kita lebih menginspirasi atau meng-create sesuatu yang lebih produktif. Konsisten dengan apa yang sudah kita kerjakan dengan passion," tambah pria kelahiran Jakarta tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya