Jokowi Pakai Jurus Apapun untuk Tarik Investasi

Presiden Joko Widodo.
Sumber :
  • Biro Pers Setpres

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo mengatakan, seluruh negara di dunia saat ini, sedang berebut untuk memperbesar arus investasi yang masuk ke negara masing-masing. Hal tersebut ramai dibicarakan, setiap kali ia melakukan pertemuan dengan kepala negara.

img_title Kadin: Investasi Dalam Negeri Tembus Rp 2.000 triliun di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Merespons hal tersebut, kata Jokowi Indonesia tidak bisa akan tinggal diam. Cara apapun akan ditempuh pemerintah, untuk mengejar target investasi dengan cara apapun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jokowi pun mengatakan, target investasi pada tahun depan yang masuk ke Tanah Air harus bisa mencapai Rp670 triliun dan meningkat menjadi Rp840 triliun pada 2018. 

img_title Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

"Kalau sudah ada target, dengan jurus apapun harus dikejar," kata Jokowi dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa 6 Desember 2016. 

Jokowi mengatakan, hal ini telah diinstruksikannya kepada tim ekonomi pemerintahan. Khususnya, pada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. 

img_title Suahasil Pede Investasi di RI Tumbuh 7% pada 2027, Ini Faktornya

"Saya sudah memberikan perintah jelas kepada tim ekonomi, terutama Kepala BKPM bahwa target investasi yang masuk ke Indonesia, harus betul-betul dikejar dengan cara apapun," tegasnya lagi. 

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini, lanjut Jokowi, memang sudah cukup baik dari sisi moneter maupun fiskal, berdasarkan pandangan dari International Monetary Fund (IMF). Kendati Demikian, Indonesia tidak boleh terlena, karena faktor eksternal dan global terus menghantui perekonomian Indonesia. 

"Karena, risiko ekonomi sebagian besar memang berasal dari eksternal, karena ketidakpastian kebijakan ekonomi di AS, baik juga yang berkaitan dengan ketidakpastian suku bunga Fed, dan melemahnya ekonomi Tiongkok yang saya kira sudah tau semua," Kata dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jokowi mengatakan, meskipun tantangan Indonesia ke depannya cukup berat, namun hal itu perlu disikapi dengan serius dan rasa optimisme oleh pemerintah. Karena itu, Indonesia harus terus meningkatkan investasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. 

"Kami akan kerja, bagaimana menarik investasi sebesar-besarnya. Paling tidak, kalau dijumlah itu (investasi) 45 persen dari PDB (produk domestik bruto) kita. Sehingga, ini bisa menjadi pemicu ekonomi kita," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (asp)

Korban dugaan penipuan investasi teknologi hijau

Tergiur Untung Harian hingga Bulanan, 99 Orang Malah Kehilangan Rp5,7 Miliar

Tergiur janji keuntungan investasi teknologi hijau, puluhan orang justru kehilangan uang hingga miliaran rupiah. Mereka pun melapor ke Polda Metro Jaya.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut